Pencarian

>

Penguatan Regulasi Kepenyuluhan: Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Bimbingan Masyarakat

Langensari (KEMENAG)

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Penguatan Regulasi Kepenyuluhan yang berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh agama dari berbagai daerah, termasuk Ujang Saepurrohman, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Langensari, Kota Banjar.

Acara yang diselenggarakan di Tasikmalaya ini bertujuan memperkuat pemahaman penyuluh agama terkait regulasi, standar kerja, serta peningkatan kualitas layanan penyuluhan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenag Jawa Barat menekankan pentingnya adaptasi penyuluh terhadap dinamika sosial serta perkembangan kebijakan pemerintah.

Ujang Saepurrohman, S.Ag., sebagai peserta kegiatan, menyampaikan bahwa penguatan regulasi merupakan kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan penyuluhan di era digital. Menurutnya, penyuluh kini dituntut tidak hanya memahami substansi keagamaan, tetapi juga menguasai aspek teknologi dan strategi komunikasi publik.

“Di lapangan, penyuluh harus mampu merespons perubahan masyarakat yang serba cepat. Pemahaman regulasi menjadi landasan, tetapi kemampuan melek teknologi adalah kunci agar layanan bimbingan tetap relevan,” ujar Ujang.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi perlu direspons sebagai peluang, bukan hambatan. Penyuluh agama, lanjutnya, harus bertransformasi dari pola penyampaian konvensional menuju pendekatan digital yang lebih interaktif dan mudah diakses.

“Sekarang masyarakat banyak belajar melalui gawai mereka. Jika penyuluh tidak hadir di ruang digital, maka kita akan tertinggal. Pelatihan seperti ini mendorong kami untuk semakin siap memasuki ranah penyuluhan berbasis teknologi,” tambahnya.

Kegiatan Penguatan Regulasi Kepenyuluhan ini diharapkan mampu memperkokoh peran penyuluh agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam pembinaan umat. Dengan meningkatnya kapasitas penyuluh, Kanwil Kemenag Jawa Barat optimistis kualitas bimbingan masyarakat akan semakin baik, adaptif, dan berdaya guna.

Kontributor : Raditia/Dwi.K