Pataruman (KEMENAG)
Dalam rangka menyiapkan
pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026 yang berkualitas dan
terstandar, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Banjar menyelenggarakan Workshop
Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kisi-kisi dan Naskah Soal Ujian Madrasah.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (13/2) bertempat di Aula RM Saung Oemah.
Workshop tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dan
tenaga pendidik di lingkungan MAN Kota Banjar. Kegiatan ini secara resmi dibuka
oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banjar, H. Ahmad Fikri
Firdaus, SE., MM. yang dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme
guru dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran.
Dalam arahannya, Kepala Kankemenag menyampaikan
bahwa Ujian Madrasah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian penting
dari proses penjaminan mutu pendidikan. “Penyusunan kisi-kisi dan naskah soal
harus memenuhi prinsip valid, reliabel, objektif, dan sesuai dengan regulasi
yang berlaku,” terang A. Fikri.
Sementara itu Kepala MAN Kota Banjar, Ratwa, juga
menegaskan bahwa kualitas soal ujian sangat menentukan mutu evaluasi hasil
belajar peserta didik. “Melalui workshop ini, diharapkan seluruh guru memiliki
pemahaman yang sama dalam menyusun kisi-kisi berdasarkan capaian pembelajaran
serta mampu merancang soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi
(HOTS).” Ujar Ratwa.
Dalam kegiatan Bimtek tersebut, peserta mendapatkan
pemaparan materi mengenai teknik penyusunan kisi-kisi, kaidah penulisan soal
yang baik dan benar dari aspek konstruksi, materi, serta bahasa, hingga praktik
langsung penyusunan dan telaah naskah soal Ujian Madrasah. Sesi diskusi dan
review bersama juga dilakukan untuk memastikan kualitas dan kesesuaian soal
sebelum digunakan.
Diwaktu bersamaan, Dr. Ogi Lesamana, selaku Kepala
Urusan Tata Usaha MAN Kota Banjar mengatakan, dengan terselenggaranya workshop
ini, MAN Kota Banjar berharap pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026
dapat berjalan dengan lancar, profesional, dan menghasilkan evaluasi yang
benar-benar mencerminkan capaian kompetensi peserta didik.
“Kegiatan ini juga sekaligus menjadi wujud komitmen
madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat budaya kerja yang
kolaboratif serta berorientasi pada kualitas.” Kata Ogi.
Kontributor : Aep S.
