Pencarian

>

Menteri Haji dan Umrah RI Kunjungan ke Jawa Barat, Perkuat Layanan Haji 1447 H di Tengah Migrasi Kelembagaan

Kota Bandung (KEMENAG)

Kanwil Kemenag Jawa Barat menyambut kunjungan kerja Menteri Haji dan Umrah sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat kesiapan dan konsolidasi layanan haji 1447 H/2026 M ditengah masa migrasi kelembagaan. Mewakili Kakanwil Kemenag Jabar, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag menyampaikan rasa hormat atas kehadiran Menteri Haji dan Umrah beserta para DIrektur Jenderal yang turut hadir dalam Kegiatan Sosialisasi Kelembagaan dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M di Aula Kanwil Kemenag Jabar pada Jum’at (21/11/2025).

Kabag TU, Ali menyampaikan bahwa Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah jemaah haji terbesar di Indonesia.  

”Dengan kebijakan dari Kementerian Haji dan Umrah tentang perubahan kuota dan pola distribusi tentu membawa sejumlah penyesuaian di Jawa Barat. Berbagai upaya sosialisasi dan komunikasi intensif kepada jemaah, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan sudah dilakukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kabag TU menyampaikan bahwa proses migrasi kewenangan penyelenggaraan haji dari Kementerian Agama kepada Kementerian Haji dan Umrah yang kini memasuki tahap transisi. Di Jawa Barat terdapat 27 kabupaten/kota dengan 16 PLHUT yang sudah beroperasi, Asrama Haji, termasuk sejumlah aset Barang Milik Negara yang selama ini dipergunakan untuk pelayanan kepada jemaah.

”Pendataan, verifikasi, dan penyesuaian aset terus dilakukan agar proses pengalihan kelembagaan berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Penataan SDM dan penyesuaian regulasi layanan juga menjadi bagian penting dalam masa transisi ini,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Kabag TU berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, serta memberikan masukan konstruktif bagi penyempurnaan kebijakan layanan haji, khususnya bagi jemaah Jawa Barat. Ia juga memanjatkan doa agar seluruh proses persiapan haji tahun 2026 dapat berjalan lancar dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Boy Hary Novian, SE., MM., menegaskan komitmen Jawa Barat untuk memastikan layanan haji tahun 1447 H/2026 M berlangsung lebih baik, lebih tertib, dan semakin berorientasi pada kenyamanan jemaah.

Jawa Barat, yang menjadi provinsi dengan jumlah jemaah haji terbesar di Indonesia, tahun ini menerima 29.643 kuota, terdiri atas 27.833 jemaah reguler, 1.482 jemaah lansia, 205 pembimbing KBIHU, dan 123 Petugas Haji Daerah (PHD). Kondisi tersebut, menurut Kabid Haji menuntut kesiapan yang lebih komprehensif pada seluruh struktur penyelenggara, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

”Pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) yang sedang dilaksanakan pada tahun 2025 meliputi wilayah Kabupaten Bandung, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, Kota Bogor, dan Kota Tasikmalaya,” ungkapnya.

Menutup laporannya, Kabid haji menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh proses persiapan berjalan optimal. Ia berharap sosialisasi ini dapat menyamakan persepsi, menguatkan kesiapan daerah, serta mendorong peningkatan kualitas layanan haji di Jawa Barat. “Semoga Allah SWT memudahkan seluruh ikhtiar kita dalam menyambut penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H,” ujarnya.

Kontributor : Shinta