Pencarian

>

Pesan Kakanwil di Bulan Ramadan 1447 H: Jaga Persatuan dan Tingkatkan Ketakwaan

Kota Banjar (KEMENAG) 

Ibadah puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum penyucian diri, penguatan ketakwaan, serta mempererat persatuan umat. Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, saat memberikan arahan pada Kegiatan Pemantauan Rukyat Hilal awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 M.

Menurutnya, Ramadan adalah bulan penuh ampunan, rahmat, dan pembinaan spiritual. Karena itu, umat Islam diharapkan menyambutnya dengan kesiapan lahir dan batin, menjaga kesehatan, serta memperbanyak amal saleh.

“Ketetapan pemerintah terkait awal Ramadan harus menjadi pedoman bersama. Adapun perbedaan yang mungkin terjadi adalah rahmat dan bagian dari khazanah keilmuan Islam. Yang terpenting adalah kekhusyukan dalam beribadah serta menjaga persatuan,” ujar Dudu.

Ia menegaskan, esensi dari penetapan awal Ramadan adalah memberikan kepastian kepada masyarakat agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tertib, dan penuh kekhidmatan. Ramadan, lanjutnya, harus menjadi ajang memperbaiki diri dan memperkuat semangat berlomba dalam kebaikan.

Dudu juga mengapresiasi peran para ulama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta jajaran Kementerian Agama kabupaten/kota yang terus bersinergi dalam menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Jawa Barat. Ia berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas ibadah umat.

Sebagai bagian dari proses penetapan awal Ramadan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melaksanakan rukyat hilal pada Selasa (17/2) atau 29 Sya’ban 1447 H. Kegiatan dipusatkan di POB Gunung Putri Lapas II Kota Bandar dan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jabar, didampingi Kepala Bidang Urais dan Binsyar.

Pemantauan dilakukan secara hybrid, yakni luring di lokasi utama serta daring yang terhubung dengan enam titik di Jawa Barat: POB Cibeas Palabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi (bersama tim pusat), Gunung Putri Lapas II Kota Banjar, Pantai Baro Gebang Kabupaten Cirebon, SMK Plus Astha Hannas Binong Kabupaten Subang, Observatorium Albiruni Fakultas Syariah Unisba Kota Bandung, serta Pantai Kesikluhur Cimerak Kertamukti Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota, BMKG di enam titik lokasi, serta organisasi masyarakat Islam. Hasil rukyat hilal tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 H.