Pencarian

>

Pastikan Layanan Haji dan Pendidikan Tetap Optimal, Kemenag dan Kementerian Haji Umrah Sinkronkan Fasilitas Asrama Haji

Bekasi (Kemenag) 

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi terkait penyesuaian fasilitas di Asrama Haji Bekasi menjelang musim haji di Ruang Rapat Asrama Haji Bekasi terkait penggunaan sementara kegiatan pendidikan MAN Insan Cendekia Sumedang. Rapat dilaksanakan di  Asrama Haji Bekasi Jl. Kemakmuran No.72 pada Selasa (24/2/2026).

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Dr. H. Abdul Haris, M.Pd.I., Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Bekasi saat ini adalah H. Munib Maksum, S.Pd.I., M.AP., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jabar Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd., serta sejumlah pejabat terkait dari kedua kementerian.

Rapat ini membahas skema pengaturan ruang, waktu, dan teknis operasional agar pelayanan jamaah haji tetap berjalan optimal tanpa mengganggu proses pembelajaran siswa MAN IC Sumedang. Sebaliknya, aktivitas pendidikan juga diupayakan tidak terdampak secara signifikan oleh peningkatan mobilitas jamaah menjelang dan selama musim haji.

Kakanwil, Dudu dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki niat baik untuk mencari solusi terbaik. Namun ia mengingatkan agar setiap kebijakan tetap berada dalam koridor regulasi dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Kita semua memiliki niat baik. Tetapi niat baik harus tetap selaras dengan peraturan perundang-undangan. Solusi yang melanggar aturan bukanlah solusi yang tepat,” tegasnya.

Kakanwil juga menekankan pentingnya pendekatan psikologis dan komunikasi yang sehat, mengingat persoalan ini tidak hanya menyangkut penggunaan gedung, tetapi juga ekosistem pendidikan dan stabilitas peserta didik, terutama pada periode April hingga Juni yang merupakan masa krusial pembelajaran semester genap.

Sekretaris Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Dr. H. Abdul Haris, M.Pd.I., menyampaikan bahwa pelayanan jamaah haji merupakan prioritas nasional yang harus dijaga profesionalismenya. Namun demikian, pihaknya memahami pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan.

“Pergerakan jamaah haji sangat kompleks. Karena itu pengaturan ruang dan waktu harus dilakukan secara profesional. Prinsipnya, jangan sampai pelayanan haji terganggu, dan di sisi lain proses pembelajaran juga tetap berjalan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN IC Sumedang, Dr. Hilal Najmi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan orang dan barang, melainkan juga sistem asrama, guru, serta pembinaan karakter siswa. Ia berharap keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kesiapan tenaga pendidik dan aspek psikologis peserta didik.

Selepas rapat, seluruh peserta melakukan peninjauan langsung ke area Asrama Haji Bekasi sambil berdiskusi teknis di lapangan. Dari hasil peninjauan tersebut, disepakati prinsip saling penyesuaian antara kebutuhan operasional musim haji dan keberlangsungan pendidikan.

Dengan koordinasi yang harmonis dan profesional antara Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah, diharapkan pelayanan haji tetap berjalan sukses, sementara proses pembelajaran MAN IC Sumedang tetap stabil dan terjaga kualitasnya.

Kontributor : Shinta