Pencarian

>

Kemenag Jabar Dorong Penguatan Kompetensi Guru BK Hadapi Kompleksitas Karakter Siswa Gen-Z

Bandung (Kemenag)

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Madrasah Aliyah (MGBK-MA) Jawa Barat menggelar webinar nasional bertajuk “Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Kompetensi Konseling Praktis Guru BK dalam Menghadapi Kompleksitas Karakter Siswa Gen-Z”, Rabu (25/02/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) madrasah dalam menghadapi dinamika karakter generasi Z yang semakin kompleks, khususnya di era digital.

Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Dudu Rohman, menegaskan bahwa peran guru BK saat ini semakin strategis dalam mendampingi peserta didik yang memiliki beragam aspirasi dan tantangan.

“Anak didik kita memiliki banyak keinginan, ingin berprestasi, melanjutkan ke perguruan tinggi, dan meraih masa depan yang lebih baik. Di sinilah guru BK hadir dengan pendekatan interdisipliner, memadukan ilmu psikologi, pendidikan, agama, hingga kesehatan agar siswa tidak mengalami stres dan mampu berkembang secara optimal,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh menjadi ruang yang menghakimi. Guru BK justru harus mampu menjadi sahabat dan pembimbing yang memotivasi siswa agar potensi mereka tumbuh secara positif.

“Pendidikan bukan untuk menjustifikasi, melainkan memotivasi. Guru BK membimbing keinginan anak agar terarah dan berkarakter. Saya sangat bangga dapat bertemu dengan para guru BK hari ini, terlebih di bulan suci Ramadan yang menjadi momentum penguatan iman, kepedulian sosial, dan pembelajaran di madrasah,” katanya.

Kakanwil menekankan tiga poin penting dalam penguatan layanan BK di madrasah, yakni tarhib Ramadan, family bonding, dan integrasi kurikulum cinta. Menurutnya, pembelajaran yang menanamkan nilai spiritual, emosional, dan sosial akan membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.

Ia berharap penguatan kompetensi ini dapat membantu guru BK mengurangi berbagai kompleksitas persoalan siswa seperti kecemasan, perundungan, konflik sosial, hingga krisis kepercayaan diri.

“Layanan sederhana seperti lima menit percakapan yang bermakna pun bisa menjadi pintu pembentukan karakter. Guru BK harus menjadi pembimbing yang menghadirkan rasa aman dan inspirasi bagi anak didik,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, menyampaikan bahwa guru BK memiliki peran fundamental dalam mempersiapkan generasi masa depan sebelum memasuki jenjang perguruan tinggi.

“Kami di kampus menerima SDM yang telah dibentuk oleh bapak dan ibu guru. Generasi Z memiliki karakter adaptif, kritis, dan merupakan digital natives dengan literasi digital yang sangat dominan. Karena itu, guru juga harus mampu beradaptasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, di balik potensi besar generasi digital, terdapat tantangan seperti overload informasi dan krisis identitas yang perlu diantisipasi melalui pendekatan konseling yang tepat.

“Ramadan adalah momentum pembentukan karakter. Pendidikan generasi digital hari ini tidak lagi sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan karakter dan penguatan jiwa,” tandasnya.

Melalui webinar nasional yang diikuti oleh Guru BK tingkat Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta se Jawa Barat ini, Kanwil Kemenag Jabar berharap kompetensi guru BK semakin kuat dalam mendampingi siswa madrasah agar berprestasi, berakhlak, serta mampu membangun relasi harmonis dengan sesama manusia, dengan Allah SWT, dan dengan alam.

Kontributor : Ani Dwi Utami