Bekasi (KEMENAG)
Pasraman Tirta Bhuana Kota Bekasi melaksanakan kegiatan rutin
Tirta Yatra sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan karakter Siswa Pasraman.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (30/01/2026 sampai 01/02/2026) bertujuan untuk membuka wawasan peserta
mengenai Hindu Nusantara, sekaligus memperkuat śraddhā dan bhakti dalam
menjalani proses pendidikan keagamaan.
Kegiatan tirta yatra ini turut
didampingi oleh Penyuluh Agama Hindu Kota Bekasi, Ganies Esa Manura dan Puja
Allingga Sugyana. Rombongan berangkat dari Pura di Bekasi menuju tujuan pertama
Pura Giri Mulyo, Wonosobo. Setibanya di lokasi, para siswa melaksanakan
persembahyangan bersama sebagai ungkapan bhakti, sekaligus beristirahat sejenak
sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan tirta yatra.
Setelah itu, perjalanan
dilanjutkan menuju kawasan Telaga Warna Dieng, yang dikenal memiliki berbagai
situs sakral seperti Goa Sumur, Goa Pengantin, dan Goa Semar, serta berkunjung
ke Situs Candi Arjuna sebagai bagian dari pembelajaran sejarah dan spiritual
Hindu Nusantara.
Rangkaian kegiatan tirta yatra diakhiri dengan simakrama bersama
umat Hindu di Pura Giri Mulyo Wonosobo yang dilaksanakan pada malam hari, 31
Januari 2026, sebagai wujud mempererat tali persaudaraan, kebersamaan, dan
semangat menyama braya antarumat Hindu lintas daerah. Dalam acara simakrama
tersebut dihadiri beberapa tokoh Hindu Jawa tengah yakni PHDI Kabupaten
Wonosobo dan Pembimas Hindu Provinsi Jawa Tengah.
Dalam momentum simakrama malam itu, Ketua Pasraman Tirta Bhuana, I
Nyoman Suranta, menyampaikan bahwa kegiatan tirta yatra bukan sekadar
perjalanan spiritual, melainkan menjadi sarana pembelajaran langsung bagi
anak-anak pasraman.
“Melalui tirta yatra ini, Pasraman Tirta Bhuana bertujuan membuka
wawasan peserta mengenai Hindu Nusantara secara lebih luas, meningkatkan
śraddhā dan bhakti, serta memohon doa agar para brahmacari mampu menjalankan
tugas dan kewajibannya dengan baik,” ujar I Nyoman Suranta.
Pada kesempatan tersebut, I Nyoman Suranta juga menyampaikan ucapan
terima kasih kepada umat Hindu di Pura Giri Mulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten
Wonosobo, atas sambutan hangat, kebersamaan, serta fasilitas yang telah
diberikan selama rangkaian kegiatan tirta yatra berlangsung.
Sebagai
tuan rumah, Barjo selaku Ketua PHDI Kabupaten Wonosobo menyambut baik kehadiran
rombongan Pasraman Tirta Bhuana. Dalam sambutannya, ia menjelaskan sejarah
perkembangan umat Hindu di Wonosobo yang mayoritas berlatar belakang
kepercayaan Kejawen.
“Umat
Hindu di Wonosobo sebagian besar berasal dari latar belakang kepercayaan
Kejawen. Ajaran Hindu
adalah ajaran yang paling dekat dengan spiritualitas Kejawen,” ujar Barjo.
Ia
menambahkan bahwa pada awalnya umat Hindu setempat melaksanakan persembahyangan
dengan sarana yang sangat sederhana. “Sebelum adanya padmasana, kami hanya
menggunakan batu kecil sebagai tempat persembahan. Namun berkat dukungan
masyarakat, hibah dari kepala desa, serta bantuan para donatur dari Bali,
akhirnya Pura Giri Mulyo dapat terwujud seperti yang kita lihat sekarang,”
jelasnya.
Pembimas Hindu Provinsi Jawa Tengah, Eko Pujianto, dalam arahannya
menyampaikan bahwa umat Hindu di Wonosobo didominasi oleh Hindu etnis Jawa. Ia
menjelaskan bahwa jumlah umat Hindu di Jawa Tengah sekitar 45 ribu jiwa, dengan
populasi terbanyak berada di wilayah Solo. Menurutnya, meskipun jumlah umat
Hindu di Wonosobo tergolong tidak besar, namun tingkat kerukunan, kebersamaan,
serta militansi dalam menjaga dan mempertahankan ajaran Hindu sangat luar
biasa. “Umat Hindu di Wonosobo ini jumlahnya sedikit, tetapi kerukunan dan
semangatnya dalam menjaga Hindu patut menjadi contoh,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman spiritual yang mendalam, wawasan sejarah Hindu Nusantara, serta penguatan nilai-nilai dharma sebagai bekal dalam membentuk generasi Hindu yang beriman, berpengetahuan, dan berjati diri kuat.
Kontributor : Komang
