Pencarian

>

DPD RI Serap Aspirasi Umat Hindu Jabar, Dr. Arya Wedakarna Kunjungi Kanwil Kemenag Jawa Barat

Bandung (Kemenag)

Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Bidang Politik, Hukum, Keamanan, dan Pemerintahan sekaligus anggota Badan Kerja Sama Parlemen DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M. Wedasteraputra Suyasa, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Senin (02/02/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Simpadu Kanwil Kemenag Jabar dan dihadiri jajaran Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu serta para tokoh umat Hindu se-Jawa Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pandita Mpu Manikmas Vira Bhaskara Jaya Nanda, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jawa Barat, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Jawa Barat, Ketua PSN Provinsi Jawa Barat, para Ketua PHDI kabupaten/kota se-Jawa Barat, Ketua WHDI kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta para penyuluh agama Hindu se-Bandung Raya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong program prioritas pembangunan keagamaan. Ia menekankan pentingnya semangat ta’awun atau saling membantu dalam menyampaikan aspirasi serta menyelesaikan berbagai persoalan umat.

”Tantangan yang masih dihadapi saat ini salah satunya adalah keterbatasan serta pemblokiran anggaran yang berdampak pada pelaksanaan program pembinaan umat, termasuk kegiatan Pembimas Hindu. Padahal, program-program tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung agenda prioritas Kementerian Agama yang sejalan dengan delapan program utama pemerintah serta arah kebijakan Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Selain itu, Kakanwil juga menyoroti pentingnya pendataan dan penataan rumah ibadah sebagai dasar dalam penyaluran bantuan serta dukungan dari pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah dilakukan, termasuk penyampaian data kepada Gubernur Jawa Barat, namun hingga kini masih menunggu tindak lanjut terkait bentuk dukungan yang dapat diberikan, khususnya untuk penguatan sarana peribadatan umat.

Kakanwil menegaskan bahwa komunikasi dan kerja sama lintas lembaga harus dibangun secara berkelanjutan dan tidak bersifat seremonial semata. Sinergi yang berkesinambungan dinilai menjadi kunci dalam menjawab tantangan intoleransi serta memperkuat kerukunan umat beragama di Jawa Barat. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Agama yang menekankan penguatan moderasi beragama, kerukunan, serta nilai cinta kasih antarsesama.

Sementara itu, Anggota Komite I DPD RI, Arya menekankan pentingnya pemahaman filosofi kebangsaan dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan peradaban bangsa. Ia menyampaikan bahwa sejarah panjang Indonesia, termasuk kontribusi budaya dan spiritual dari berbagai daerah seperti Sunda dan Nusantara, harus terus dihidupkan agar tidak terputus dari generasi masa kini.

”Periode awal kemerdekaan Indonesia menjadi tonggak penting dalam pengakuan agama-agama di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa negara memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberagaman, toleransi, serta penguatan identitas keagamaan yang berakar pada nilai luhur bangsa,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arya juga mengungkapkan rencana revitalisasi sejumlah situs sejarah dan kawasan budaya di Jawa Barat, di antaranya pengembangan Museum Muara Janti serta kawasan percandian yang memiliki nilai historis tinggi. Ia menyebut kawasan tersebut memiliki potensi besar dan perlu dikelola secara profesional melalui kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, DPD RI juga mendorong penyelenggaraan festival budaya dan keagamaan sebagai upaya menghidupkan kembali kejayaan peradaban Nusantara sekaligus meningkatkan sektor pariwisata berbasis budaya dan spiritual. Pengembangan jalur konektivitas dan akses transportasi menuju kawasan heritage di wilayah Bandung, Karawang, dan Cianjur juga menjadi perhatian dalam mendukung pemerataan pembangunan daerah.

Kontributor : Shinta