Kab. Ciamis (KEMENAG)
Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat mengirimkan empat dai ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah perbatasan. Mereka akan membimbing umat dan meningkatkan pemahaman ajaran Islam di daerah pedalaman atau perbatasan yang aksesnya terbatas.
Mereka diterjunkan ke sejumlah lokasi, menyasar Kampung Zakat yang berada di Kabupaten Ciamis. Keempat pendakwah itu akan berangkat tempat masing-masing menuju lokasi mulai tanggal 18 Februari 2026 sampai 13 Maret 2026. Mereka adalah Ma'unal Latifah; Yuyun Yuhanida, M. Ag.; Aceng M. Rojil Gufron, S. Sos.; Muh. Muiz Mufti Ali, S. Pd.
Penyerahan para dai dilakukan pada Rabu (18/2)kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, S. Ag., M. Si. Kegiatan tersebut terlaksana berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 12 Tahun 2026 tentang petunjuk pelaksanaan pengiriman dai ke Wilayah tertinggal, terdepan dan terluar serta wilayah perbatasan tahun 2026.
Kepala Bidang Penais Kanwil Kemenag Jabar, H. Jajang Apipudin, M. Ag., mengatakan, program dai yang akan berdakwah di daerah 3T ini menjadi ikhtiar dan tanggung jawab Kemenag Jabar dalam pemerataan layanan keagamaan. Terutama dalam penguatan pemahaman keagamaan moderat dan wawasan kebangsaan yang kuat di Jawa Barat.
Sementara itu Katim Peningkatan Kualitas Kemitraan umat Publikasi Dakwah dan Hari Besar Islam, Hj. Yayah Fijriyah, S. Ag , M. Pd., mengungkapkan, dai-dai yang dikirim untuk menyampaikan ceramah keagamaan kepada masyarakat di daerah 3T merupakan dai-dai yang dipilih dalam proses perekrutan terbuka.
Para dai terpilih tersebut ditugaskan untuk berdakwah di daerah-daerah di bagian wilayah Jabar. Program dakwah ke daerah 3T dijalankan karena masih banyak warga Muslim yang belum bisa membaca Al Quran dengan baik serta belum begitu paham perihal ajaran tauhid dan fikih.
"Banyak masyarakat Islam yang masih belum bisa membaca Al Quran dengan baik, pemahaman tentang ketauhidan dan wawasan fikih ibadah yang masih rendah, serta aspek-aspek muamalah-perekonomian Islam yang masih kurang dikenalkan. Kenyataan ini yang menjadi salah satu target pelayanan kami," kata di Yayah
Berwawasan moderat
Yayah mengatakan, para dai yang dikirim ke daerah 3T akan berdakwah dan membantu masyarakat meningkatkan pemahaman mengenai ajaran agama Islam. "Dai-dai yang yang berwawasan moderat tersebut berdakwah untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta melestarikan budaya Indonesia yang beragam dan kaya," kata Yayah
Ia meminta para dai untuk berupaya meningkatkan wawasan keagamaan warga serta menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dalam ajaran Islam guna menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta integritas wilayah Indonesia.
"Juga menjelaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia sebagai bagian dari kehidupan dalam berbangsa. Lalu keempat, mengajarkan nilai-nilai kebangsaan melalui pemahaman tentang sejarah, bahasa, dan budaya Indonesia," kata Yayah
Sementara itu Asep Lukman Hakim menuturkan, sejak pertama digalakan secara intensif di tahun 2023, jumlah Kampung Zakat di Ciamis terus bertambah secara signifikan. Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 10 desa yang telah menyandang status tersebut. Ciamis sering dijadikan rujukan nasional dalam pengelolaan zakat.
Melalui program pengirima dai, diharapkan dakwah Islam tidak hanya dinamis di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau hingga pelosok desa, memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kampung Zakat Ciamis.
Bersamaan program pengiriman dai, Kemenag Ciamis juga akan memperkuat ekosistem pendidikan karakter melalui kerja sama dengan MUI Ciamis dalam program Pesantren Ramadan bagi siswa tingkat menengah (SMP/MTs dan SMA/MA). “Kami minta para dai turut serta dalam mengisi program pesantren ramadan terutama dalam memberikan bimbingan keagamaan bagi generasi muda di wilayah penempatan,” katanya.
Kontributor : Eva Nurwidiawati
