Bandung (Kemenag)
Mengawali Ramadan 1447 H, seluruh pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat mengikuti salat Duhur berjamaah yang dilanjutkan tausiyah dan tadarus Al-Qur’an di Masjid Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Jawa Barat, Kamis (19/02/2026).
Dalam tausiyahnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh pegawai.
Pertama, menjadikan Ramadan sebagai latihan kesabaran. Ia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri dalam bersikap dan bertindak.
“Kita jadikan Ramadan ini sebagai latihan sabar. Mudah-mudahan puasa kita bisa penuh satu bulan dan menjadi penguat keimanan kita,” ujarnya.
Kedua, menjaga lisan, termasuk dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, di era digital setiap ucapan dan tulisan memiliki dampak luas sehingga harus disampaikan dengan penuh tanggung jawab.
“Jaga lisan kita, terutama di media sosial. Jangan sampai ucapan atau tulisan kita menyakiti orang lain ataupun menimbulkan kegaduhan,” pesannya.
Ketiga, menghindari segala bentuk konflik, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan agar seluruh pegawai menjauhi hal-hal yang dapat merusak ketenangan batin.
“Hindari hal-hal yang menjadi sumber konflik, baik dengan sesama rekan kerja, keluarga, maupun di lingkungan sekitar. Jauhi sesuatu yang merusak batin kita atau ucapan yang menyakiti orang lain,” tegas H. Dudu.
Selain itu, Kakanwil juga mengajak seluruh pegawai untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui istigfar, salat sunah, tarawih, serta menghidupkan sunah Rasulullah SAW, termasuk membaca Al-Qur’an.
“Di bulan suci Ramadan ini kita terus mendekatkan diri melalui istigfar, salat sunah, tarawih, dan melakukan sunah yang dilakukan Nabi, seperti membaca Al-Qur’an. Jangan sampai lisan kita kering karena tidak membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tadarus dan tausiyah yang dilaksanakan pada hari pertama Ramadan ini merupakan upaya membangun kebiasaan baik di lingkungan kerja.
“Hari ini kita mengajak seluruh karyawan untuk tadarus dan dilanjutkan tausiyah, karena bacaan Al-Qur’an ini untuk menenangkan hati kita. Ini kesadaran sendiri. Kesadaran akan tumbuh dan menjadi kebiasaan manakala kita sudah terbiasa. Kami ingin kegiatan ini dibiasakan juga di bulan-bulan lainnya,” ujarnya.
Kontributor : Ani
