Pencarian

>

Kabid PD Pontren dan PAIS Tegaskan Penguatan Pendidikan Keagamaan

Pangandaran (Kemenag)

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Ahmad Patoni, MM, bersama Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kanwil Kemenag Jabar, H. Asnawi, S.Ag, menegaskan pentingnya penguatan mutu dan kesinambungan pendidikan keagamaan dalam Rapat Kerja Gabungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Priangan Timur dan Kabupaten Cianjur Tahun 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Hotel Aquarium, Pangandaran, Rabu (04/02/2026), dan diikuti oleh jajaran pimpinan Kemenag daerah sebagai forum konsolidasi program strategis pendidikan keagamaan.

Kabid PD Pontren, Ahmad Patoni menyampaikan bahwa negara terus menunjukkan keberpihakan terhadap pengembangan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal, tetapi juga telah berkembang menjadi satuan pendidikan formal melalui jalur muadalah, pendidikan kesetaraan, serta program pendidikan diniyah terpadu.

“Pesantren hari ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Kurikulum disusun mandiri, diakui negara, dan setara dengan pendidikan formal. Ini menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan dan pemerataan akses layanan pendidikan,” ujarnya.

Patoni juga menyoroti pentingnya optimalisasi program bantuan dan afirmasi pemerintah, baik untuk penguatan sarana prasarana, peningkatan kualitas lembaga, maupun kesejahteraan tenaga pendidik pesantren. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi dan koordinasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Agama Islam (PAIS), H. Asnawi menegaskan bahwa penguatan Pendidikan Agama Islam memiliki dua fokus utama, yakni peningkatan mutu layanan pendidikan serta menjaga keberlanjutan pembinaan keagamaan di satuan pendidikan umum.

“Ada dua hal yang harus kita jaga bersama. Pertama, peningkatan kualitas pendidikan agama Islam. Kedua, memastikan kontinuitas pembinaan keagamaan tetap berjalan sesuai arah kebijakan Kementerian Agama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa peran aparatur Kemenag sangat strategis dalam memastikan pendidikan agama Islam berjalan secara terintegrasi, inklusif, dan ramah terhadap seluruh peserta didik. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan pendidikan Jawa Barat yang mengedepankan kualitas, keterjangkauan, dan integrasi lintas sektor.

Lebih lanjut, Asnawi mengajak seluruh jajaran Kemenag daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan keagamaan yang unggul, moderat, dan berdaya saing.

Raker Gabungan ini diharapkan menjadi momentum penyelarasan program kerja tahun 2026, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan keagamaan di wilayah Priangan Timur dan Cianjur.

Kontributor : Shinta