Pencarian

>

Purnama Kawolu di Pura Giri Kusuma: Menggali Kualitas Dharma Rama dan Laksamana

Kota Bogor (KEMENAG) 

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Merliana Dewi Wahyuningsih memberikan penguatan rohani melalui kegiatan Penyuluhan Dharma. Suasana khidmat menyelimuti Pura Giri Kusuma saat umat Hindu melaksanakan persembahyangan rituil Purnama Kawolu, Senin (02/03/2026).

Dalam paparannya, Merliana mengupas tuntas filosofi kepemimpinan dan etika dari tokoh sentral Ramayana. Ia menekankan bahwa sosok Sri Rama bukan sekadar figur dalam itihasa, melainkan personifikasi dari ketaatan pada janji (satya) dan pengendalian diri yang mumpuni.

"Sri Rama adalah simbol kebijaksanaan. Kepemimpinannya tidak berlandaskan kekuasaan semata, melainkan keteladanan yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi," ujar Merliana di hadapan para pemedek.

Tak hanya Rama, kualitas dharma Laksamana juga menjadi sorotan penting. Laksamana digambarkan sebagai sosok yang memiliki loyalitas tanpa batas dan ketulusan dalam pengabdian. Keberaniannya dalam menegakkan kebenaran demi melindungi yang adil menjadi inspirasi bagi umat untuk berani bersikap objektif dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, Kemenag Kota Bogor berharap umat Hindu tidak hanya memahami ajaran dharma secara tekstual, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam tiga ruang lingkup utama:

  1. Keluarga: Membangun harmoni melalui kesetiaan dan kejujuran.
  2. Masyarakat: Menjadi teladan yang bijaksana dan berani membela kebenaran.
  3. Ketuhanan: Meningkatkan kualitas bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa (Bhakti Marga).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Kemenag dalam melakukan pembinaan mental dan spiritual umat, guna mewujudkan moderasi beragama dan kedamaian di wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bogor.

Kontributor: Ansharullah