Buahdua (KEMENAG)
Penyuluh Agama
Islam Kec. Buahdua, Rais Istiqomah, S.Hum, sebagai pemateri dalam kegiatan Pesantren
Ekologi dengan tema “Internalisasi Nilai Gapura Panca Waluya guna Menjadi
Manusia Rahmatan lil ‘Alamin” yang digelar SMKN 1 Buahdua, Senin (23/2/2025). Kegiatan ini diikuti oleh
seluruh peserta didik kelas X sebanyak 11 kelas dan dihadiri oleh kepala
sekolah serta para guru.
Rais menyampaikan materi yang selaras dengan tema kegiatan, yaitu merawat alam merawat iman, dengan menekankan pentingnya penguatan nilai keislaman dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, nilai Gapura Panca Waluya menjadi landasan dalam membentuk pribadi yang seimbang, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. “Jika nilai ini terinternalisasi dengan baik, peserta didik akan tumbuh menjadi manusia yang membawa rahmat bagi sekitarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam. “Menjaga dan merawat alam, adalah bentuk tanggung jawab keimanan yang harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda,” imbuhnya.
Kepala SMKN 1 Buahdua, Sutisna, S.Pd., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam penguatan pendidikan karakter. Ia menjelaskan bahwa harapannya bisa membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak mulia, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Sementara itu, salah satu guru SMKN 1 Buahdua, Siti Umayah, S.pd, menilai kegiatan pesantren ekologi memberikan penguatan nilai yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat terinternalisasi dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan pesantren ekologi ini, diharapkan nilai Gapura Panca Waluya dapat terinternalisasi secara berkelanjutan sehingga peserta didik tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, peduli lingkungan, serta berperan aktif sebagai manusia rahmatan lil ‘alamin.
Kontributor : Rais Istiqomah
