Kalijati (HUMAS)
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Subang, Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., menegaskan pentingnya ketaatan dan kesinambungan komunikasi antara pegawai dengan pimpinan dalam kegiatan monitoring di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalijati, Selasa (24/2/2026).
Dalam arahannya, Badruzaman menekankan bahwa hubungan yang baik dengan pimpinan merupakan kunci terciptanya lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan penuh inovasi. Ia menyampaikan analogi pentingnya keterhubungan spiritual sebagai fondasi profesionalitas.
“Seperti orang beragama jangan coba putus dengan Tuhannya. Begitu juga di instansi pemerintahan, kita jangan sekali-kali putus komunikasi dan putus tindakan dengan pimpinan,” tegasnya di hadapan para pegawai KUA.
Ia menjelaskan bahwa keterhubungan hati dan komunikasi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas kinerja.
“Orang yang hatinya tersambung dengan Tuhannya, ketika bekerja dengan pimpinan, hatinya akan tenang, nyaman, tenteram, dan punya inovasi,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Badru mengingatkan bahwa sikap masa bodoh terhadap pimpinan dapat berdampak negatif, baik secara psikologis maupun terhadap capaian kinerja. Menurutnya, pegawai yang tidak membangun komunikasi dengan atasan cenderung mudah merasa lelah, frustrasi, dan mengabaikan tanggung jawab pekerjaan.
Di akhir arahannya. Badruzaman menyampaikan bahwa kepatuhan kepada pimpinan bukan semata-mata persoalan struktural, tetapi menyangkut kesadaran kolektif dalam menjaga marwah institusi. Ia menegaskan bahwa loyalitas, disiplin, dan komunikasi aktif adalah fondasi utama dalam membangun birokrasi yang sehat dan berdampak.
“Kita ingin membangun Kemenag yang berdampak. Dampaknya harus dirasakan masyarakat. Dan itu dimulai dari internal kita yang solid, patuh pada arahan pimpinan, serta bekerja dengan hati,” tegasnya.
Melalui monitoring ini, Kepala Kemenag Subang kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan langsung ke satuan kerja sebagai bagian dari penguatan program Kemenag Berdampak. Dengan kepemimpinan yang terhubung, komunikasi yang terjaga, serta ketaatan yang dilandasi kesadaran, ia optimistis Kementerian Agama Kabupaten Subang mampu menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kontributor : Putri Salma
