Jalancagak (HUMAS)
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jalancagak terus memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan sosial berbasis keluarga melalui Program The Most KUA. Program ini mengusung konsep sakinah maslahat dengan menempatkan keluarga sebagai fondasi utama ketahanan masyarakat dan bangsa.
Sosialisasi program tersebut digelar di Komplek Kantor Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Ahad (22/02/2026), bertepatan dengan hari keempat Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, penyuluh agama, serta pasangan suami istri dan kalangan remaja.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KUA Jalancagak, Drs. Samsu Rijal, M.Ag., menegaskan bahwa transformasi KUA melalui Program The Most KUA merupakan bagian dari penguatan fungsi layanan keagamaan yang lebih luas dan menyentuh aspek kehidupan keluarga secara menyeluruh.
“KUA sekarang bukan cuma urus buku nikah. Lewat Program The Most KUA, kami hadir sebagai tempat konsultasi keluarga, pusat edukasi rumah tangga, sekaligus sahabat bagi pasangan dan remaja,” ujar Samsu Rijal dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, konsep sakinah maslahat tidak hanya berorientasi pada ketenangan rumah tangga, tetapi juga pada kemaslahatan sosial. Menurutnya, keluarga yang sehat secara spiritual, emosional, dan sosial akan memberikan kontribusi langsung terhadap terciptanya masyarakat yang harmonis dan berdaya.
“Keluarga adalah sekolah pertama dan utama. Jika keluarga kuat, maka masyarakat juga akan kuat. Ketahanan bangsa berawal dari ketahanan keluarga,” katanya.
Dalam pemaparannya, Samsu Rijal menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, terutama di momentum Ramadan yang sarat dengan nilai refleksi dan perbaikan diri.
“Momen bulan Ramadan ini waktu yang tepat untuk memperbaiki ibadah sekaligus memperbaiki pola komunikasi dalam keluarga. Keluarga sakinah tidak lahir dari diam, melainkan dari harmoni dialog dan kepedulian,” tuturnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih terbuka terhadap anak-anak, khususnya remaja, agar tercipta ruang diskusi yang hangat dan solutif. Menurutnya, banyak persoalan keluarga bermula dari kurangnya komunikasi dan minimnya pemahaman antaranggota keluarga.
Salah seorang peserta, Siti Rahma (34), mengaku kegiatan tersebut memberikan perspektif baru tentang peran KUA.
“Selama ini saya tahu KUA hanya untuk urusan nikah. Ternyata sekarang bisa konsultasi keluarga juga. Ini sangat membantu, apalagi di zaman sekarang tantangan rumah tangga makin kompleks,” ujarnya.
Senada dengan itu, Camat Jalancagak, Saepudin, S.Sos., M.A.P. dalam keterangannya menyambut baik inisiatif KUA. Ia menilai sinergi antara KUA dan pemerintah kecamatan penting dalam membangun ketahanan sosial berbasis keluarga.
“Kami mendukung penuh program ini. Keluarga yang harmonis akan menciptakan lingkungan sosial yang kondusif. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah,” katanya.
Melalui Program The Most KUA, KUA Jalancagak berkomitmen memperluas layanan konsultasi pranikah, pembinaan keluarga sakinah, edukasi pengasuhan anak, hingga pendampingan remaja. KUA tidak lagi dipandang sekadar lembaga pencatat pernikahan, tetapi menjadi pusat pemberdayaan keluarga berbasis nilai-nilai keagamaan.
Di bulan suci Ramadan, semangat memperbaiki diri dan mempererat hubungan keluarga menjadi momentum strategis untuk menguatkan kembali peran keluarga sebagai fondasi peradaban. Dengan pendekatan sakinah maslahat, KUA Jalancagak berharap dapat melahirkan keluarga-keluarga tangguh yang mampu menjadi pilar ketahanan masyarakat dan bangsa.
Kontributor: Sofyan I/Putri Salma
