Pencarian

>

Zona Integritas Jadi Pondasi Budaya Kerja Madrasah Berbasis Cinta

Cianjur (KEMENAG)

Kepala Tata Usaha MTsN 1 Cianjur, Hasanuddin, S.Pd., menyampaikan materi tentang Zona Integritas dalam kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi yang dilaksanakan pada Rabu–Kamis (7–8/1/2026). Materi tersebut menekankan pentingnya membangun budaya kerja madrasah yang berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan orientasi pelayanan.

Dalam pemaparannya, Hasanuddin menjelaskan bahwa Zona Integritas bukan sekadar program administratif, melainkan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan berintegritas. “Zona Integritas harus menjadi budaya bersama, di mana setiap unsur madrasah memiliki komitmen untuk bekerja secara jujur, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Ia juga menguraikan keterkaitan nilai-nilai Zona Integritas dengan Kurikulum Berbasis Cinta, yang sama-sama menekankan penguatan karakter. Menurutnya, nilai integritas, empati, dan tanggung jawab merupakan karakter yang saling menguatkan dan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari di madrasah, baik dalam pembelajaran maupun tata kelola kelembagaan.

Secara tidak langsung, penyampaian materi ini mengajak seluruh warga madrasah untuk melihat implementasi Zona Integritas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan karakter peserta didik. Budaya kerja yang bersih dan berintegritas diyakini akan berdampak positif terhadap iklim belajar yang sehat dan bermakna.

Pada kesempatan tersebut, Hasanuddin juga menyampaikan harapan agar hasil diseminasi tidak berhenti pada tataran pemahaman konsep semata. “Saya berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam budaya kerja madrasah,” tambahnya.

Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan seluruh warga MTsN 1 Cianjur semakin memahami pentingnya Zona Integritas sebagai pondasi budaya kerja madrasah yang sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi.

Kontributor: Yani