Purwakarta (KEMENAG)
Dalam upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an para guru Pendidikan
Agama Islam (GPAI), MGMP PAI bekerja sama dengan AGPAII Kabupaten Purwakarta
menggelar kegiatan Sosialisasi Tahsin Al-Qur’an Metode UMMI dan Tashih
Al-Qur’an bagi guru PAI semua jenjang, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK.
Kegiatan Kelompok 2 yang berlangsung di SMPN 7 Purwakarta dibuka setelah
suksesnya Kelompok 1 di SMPN 1 Purwakarta, pada Kamis (26/02/2026). Kegiatan
ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi profesional guru PAI
sebagai teladan utama dalam pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.
Metode UMMI yang diterapkan merupakan metode pembelajaran Al-Qur’an yang
terstruktur, sistematis, dan berorientasi pada mutu bacaan. Metode ini
dicetuskan oleh Ust. Masruri, M.Pd. dan Ahmad Yusuf, M.Pd., menghadirkan sistem
pembinaan berkelanjutan guna menjaga standar kualitas pengajaran Al-Qur’an di
lembaga pendidikan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua MGMP PAI SMPN Kabupaten Purwakarta,
Epep Sapul Hayat, sementara penyampaian materi dan pembinaan tahsin dibimbing
langsung oleh Ustadz Aa Ruhiyat dan Ustadz Abdul Munawar. Dengan pendekatan
komunikatif, para pembimbing tetap menjaga kekhidmatan suasana belajar. Para
peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung perbaikan
bacaan.
Rabu, 25 Februari 2026, menjadi pertemuan pertama Kelompok 2 yang
melaksanakan tashih dengan metode sorogan, sesuai tradisi pesantren. Dalam
model sorogan, setiap guru maju satu per satu membaca Al-Qur’an di hadapan
pembimbing untuk dikoreksi secara langsung, meliputi makhraj, tajwid,
panjang-pendek, serta kefasihan bacaan. Suasana pembelajaran berlangsung
khusyuk, mencerminkan semangat para guru memperbaiki kualitas diri sebelum
membimbing peserta didik.
Metode UMMI memiliki tujuh program dasar sebagai fondasi pembinaan,
yaitu: tashih, tahsin, sertifikasi, coaching, supervisi, munaqasah, serta
khatmul Qur’an dan imtihan. Ketujuh program ini dirancang sebagai sistem
berkesinambungan, sehingga guru tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,
tetapi juga memiliki standar kompetensi yang terukur dan terpantau.
Kegiatan tahsin intensif ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan
kualitas bacaan Al-Qur’an para guru PAI di Purwakarta. Sebab, guru bukan hanya
pengajar, tetapi juga penjaga kemurnian bacaan dan pewaris sanad keilmuan
Al-Qur’an. Dengan bacaan yang benar dan tartil, diharapkan lahir generasi yang
tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai
keislaman.
“Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa
keberkahan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Purwakarta,” ujar salah seorang
penyelenggara.
Kontributor: Ida Kolidah / Lucky Andriansyah
