Ciranjang (KEMENAG)
Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Cianjur resmi memulai proses penyaringan kader terbaik melalui Apel Kesiapan dan Verifikasi Tahap 1 Calon Pramuka Garuda Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di halaman Sekretariat Kwarcab Cianjur pada Minggu (15/02/2026).
Acara ini diikuti oleh ratusan anggota Pramuka dari golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak se-Kabupaten Cianjur. Salah satu pangkalan yang tampil menonjol adalah MTsN 3 Cianjur, yang mengirimkan enam anggota Penggalang terbaiknya: Syifa, Siti, Ulfa, Natasa, Salfa, dan Fitri.
Bagi para siswa MTsN 3 Cianjur, momen ini bukan sekadar ujian administrasi, melainkan pembuktian dari latihan panjang yang mereka lalui di madrasah. Ketegangan sempat menyelimuti wajah para peserta saat proses verifikasi satu per satu dimulai. “Awalnya kami merasa sangat gugup karena ini adalah tingkatan tertinggi di Pramuka. Tapi berkat persiapan matang di madrasah dan dukungan dari pembina, kami mencoba menjawab setiap pertanyaan tim penilai dengan percaya diri,” ujar Siti, salah satu perwakilan delegasi dari MTsN 3 Cianjur.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan untuk memberikan motivasi. Setelah itu, para calon Pramuka Garuda menjalani pemeriksaan mendalam yang meliputi kelengkapan administrasi sebagai verifikasi portofolio, kecukupan Syarat Kecakapan Umum (SKU), dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Dan pengetahuan kepramukaan yang dilakukan dengan pengujian wawasan dasar, teknik kepramukaan, hingga implementasi nilai-nilai Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan utama dari verifikasi ini adalah memastikan setiap calon benar-benar memenuhi kualifikasi tertinggi. Kwarcab Cianjur menegaskan bahwa gelar Pramuka Garuda adalah simbol karakter unggul dan kedisiplinan.
Kegiatan diakhiri dengan apel penutupan sore harinya. Kini, Siti dan kawan-kawan dari MTsN 3 Cianjur tengah menantikan hasil verifikasi dengan harapan besar dapat melangkah ke tahap pengukuhan. Keikutsertaan mereka diharapkan mampu menginspirasi siswa lain di madrasah untuk terus berprestasi di jalur kepanduan.
Kontributor: Ifa Muthiya R
