CIAMIS (KEMENAG)
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis menerima empat dai dan daiyah muda dalam Program Ramadan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), Rabu (18/2/2026). Serah terima dilaksanakan di Aula Penmad Kemenag Ciamis sebagai bagian dari penguatan dakwah dan pemberdayaan umat di wilayah Kampung Zakat.
Para dai tersebut akan bertugas selama bulan suci Ramadhan di dua wilayah Kampung Zakat, yakni Kecamatan Baregbeg dan Sukadana. Penugasan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, memperkuat harmoni masyarakat berbasis nilai agama dan kearifan lokal, serta mendorong partisipasi warga dalam program keagamaan dan pemberdayaan ekonomi umat.
Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dari Seksi Penerangan Agama Islam (Penais) dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Yeti, menjelaskan bahwa program penempatan dai 3T kali ini difokuskan di sejumlah Kampung Zakat di Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Cirebon.
“Meskipun 3T identik dengan daerah yang jauh dan terisolasi, kali ini penugasan diprioritaskan di Kampung Zakat berdasarkan hasil pemetaan dan evaluasi dari pusat, yakni Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan, para dai yang diterjunkan merupakan dai muda yang telah mengikuti pembekalan selama kurang lebih 10 hari di tingkat pusat. Mereka juga akan didampingi koordinator di masing-masing wilayah. Program ini dirancang untuk mencetak dai generasi Z yang moderat, adaptif, serta mampu menangkal paham radikalisme dan tantangan dakwah kontemporer.
“Sekarang waktunya praktik di lapangan. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Bapak Kepala untuk pembinaan dan arahan lebih lanjut,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para dai dan daiyah tersebut. Ia berharap mereka dapat melanjutkan perjuangan dakwah sekaligus memberi motivasi kepada para dai lokal di berbagai kecamatan.
“Kehadiran rekan-rekan semua menjadi kebanggaan bagi kami di Ciamis. Kami sangat membutuhkan peran para dai untuk memotivasi masyarakat, khususnya dalam mendukung program-program keagamaan dan pemberdayaan umat,” ujarnya.
Menurut Asep, salah satu program unggulan di Ciamis adalah Kampung Zakat yang dikolaborasikan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Saat ini terdapat enam Kampung Zakat yang terus berkembang dan tidak berhenti pada pencanangan seremonial semata.
Ia menjelaskan, sebuah desa dapat diusulkan menjadi Kampung Zakat apabila memiliki pendapatan infak rutin minimal Rp10 juta per bulan secara konsisten. Bahkan, rata-rata kini telah mencapai di atas Rp15 juta per bulan per desa.
“Keberhasilan Kampung Zakat di Ciamis terletak pada kolaborasi pengurus dengan perangkat desa, RT/RW, dan masyarakat. Programnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, mulai dari membantu kebutuhan mendesak seperti layanan antar warga sakit hingga mengurangi praktik pinjaman berbunga tinggi,” jelasnya.
Di Desa Panyingkiran dan Desa Maparah, iuran rutin RT bahkan tidak lagi diberlakukan karena kebutuhan sosial masyarakat telah terkelola melalui Kampung Zakat. Sejumlah Kampung Zakat juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM yang disertai pendampingan pemasaran.
Untuk penugasan terbaru, Kampung Zakat di Baregbeg dan Sukadana dinilai masih dalam tahap pengembangan dengan pendapatan bulanan berkisar Rp10–15 juta. Kehadiran para dai diharapkan mampu memberikan dorongan motivasi agar program semakin maju dan berdampak luas.
Selain itu, Kemenag Ciamis bersama MUI dan Pemerintah Daerah kembali menggelar program Pesantren Ramadhan yang telah berjalan dua tahun terakhir. Program ini menyasar siswa SMP/MTs, SMA/SMK/MA, lansia, serta jurnalis.
“Tahun ini pembukaan direncanakan pada 26 Februari. Kegiatan akan dilaksanakan di Islamic Center untuk peserta sanawiyah dan aliyah, serta di Pesantren Harussalam untuk lansia dan jurnalis,” ungkap Asep.
Ia berharap para dai dan daiyah dapat dilibatkan sebagai narasumber untuk memotivasi generasi muda agar tumbuh semangat menjadi dai masa depan.
Kontributor : Mansur
