WFH: HIKMAH SHUBUH...

WFH: HIKMAH SHUBUH...

Oleh :

Badrudin, M.Ag.

(Penyuluh KUA Kecamatan Kebonpedes)

 

Bismillaah. Setelah sholat shubuh berjama'ah bersama 4 orang jama'ah di masjid Al-Falah Kota Bandung, berdzikir sejenak, dan kultum shubuh "ispirasi shubuh", dan berdu'a plus du'a akhir majlis, dilanjutkan dengan mudzakaroh dalam kemasan soal jawab/diskusi/dialog terbuka. Selamat menyimak.

 

S: Jika seorang laki-laki (suami, anak, ...) telah sholat fardhu berjama'ah di masjid (sebagai imam / ma'mum); ketika tiba di rumah, sang isteri/anak perempuan mau sholat dan minta diimami oleh laki-laki yang baru selesai sholat di masjid, boleh atau tidak sholat dua kali?

 

J: 1) Sholatnya seseorang itu di rumahnya, kecuali yang sholat yang maktubah (fardhu). 2) Sholat (fardhu) berjama'ah, nilai dan hikmah serta keutamaannya lebih utama daripada sholat sendirian. 3) Jika seorang perempuan mau ke masjid (untuk sholat, beramal sosial, dan sejenisnya), maka tidak boleh dilarang. 4) Memakmurkan masjid hanya akan dilaksanakan oleh orang yang beriman kepada Alloh Jalla wa 'Alaa, iman kepada pastinya terjadi hari akhir (kiamat), menegakkan sholat, membayarkan zakat, dan tidak takut kepada apa pun dan siapa pun kecuali takutnya hanya kepada Alloh Jalla wa 'Alaa. 5) Jika seseorang ingin keutamaan sholat fardhu berjama'ah (laki-laki dan perempuan), maka sholatnya sebaiknya dilaksanakan di masjid. 6) Manajemen masjid yang profesional, akan memfasilitasi perempuan untuk sholat berjama'ah di masjid, dengan cara mensplit bangunan fisik masjid yang ada untuk tempat sholat perempuan atau membangun fisik bangunan terpisah dari bangunan yang ada untuk tempat sholat berjama'ah perempuan.

 

W: Karena mulia dan berharganya perempuan, hingga tidak diperbolehkan untuk keluar rumah, bahkan untuk sholat pun sebaiknya perempuan tetap di rumahnya, termasuk perempuan tidak diwajibkan sholat jum'at. Bagaimana jika demikian?

 

J: Perempuan dilarang keluar rumah, jika akan mengundang, menjadi penyebab, dan akan menimbulkan fitnah. Jika tidak, maka perempuan boleh keluar rumah. 1) Jika perempuan dilarang keluar rumah walaupun hanya untuk sholat fardhu berjama'ah di masjid, karena takut fitnah; sebenarnya, fitnah dalam hal apa? 2) Bagaimana jika perempuan keluar rumah, misalnya ke pasar, ke tempat renang, ke tempat rekreasi, ke acara botram, ke acara reunian, dll, "apakah boleh dan apakah tidak akan jadi fitnah?". Apakah tidak akan menimbulkan fitnah? 3) Perempuan, tidak sebaiknya keluar rumah, kecuali disertai oleh mahromnya. 4) Bagaimana jika seorang perempuan keluar rumah, tapi tidak punya mahrom? 5) Bagaimana pula dengan suara perempuan, aurat atau tidak? 6) Seorang perempuan, dilarang keluar rumah, jika berniat atau janjian untuk maksiat kepada Alloh dan Rosul-Nya. Suara perempuan itu bernilai aurat, jika karena suaranya yang bersangkutan sengaja mengundang syahwat lawan jenisnya sehingga karenanya jadilah aksi maksiat. 7) Jika demikian, maka laki-laki yang keluar rumah bisa dilarang dan suara laki-laki pun bisa termasuk aurat, apabila kepergian dan tersebarnya suara laki-laki tersebut sama-sama berniat untuk maksiat dan menebar syahwat, sehingga karenanya jadilah maksiat. 8) Jadi, perempuan atau laki-laki keluar rumah dan berinteraksi dengan cara bersuara, maka tetap dibolehkan, selama bersandar pada ilmu dan ketauhidan serta tidak ada niat / maksud untuk maksiat kepada Alloh dan Rosul-Nya, di mana pun beraktivitasnya. 9) Termasuk perempuan boleh sholat Jum'at, di masjid di tempat khusus untuk perempuan. 10) Betapa pentingnya ilmu dan ketauhidan untuk mendasari suatu amal, aktivitas, atau kegiatan.

 

W: Jika berniat shaum sunnah pada hari Senin di bulan Syawwal, apakah boleh niatnya digabung (niat shaum sunnah hari Senin dan niat shaum sunnah Syawwal yang enam hari mengikuti Shaum Romadhon)?

 

J: Niat shaum, satu persatu saja. Jika niat shaum sunnah pada hari Senin, itu saja niatnya. Jika niatnya shaum syawwal, ya niat shaum Syawwal. Jika niatnya shaum qodho, ya niat shaum itu saja.

 

Bandung, Rabu, 4 Syawwal 1441 H/27 Mei 2020, Pukul 06:48 WIB


Dibaca: 47 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter