Waspadai Gafatar

Waspadai Gafatar

Jl. Kemakmuran, Kota Bekasi

Bendahara Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi yang juga staf pelaksana di Seksi Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah, H. Achmad Mirza mengatakan terkait dengan keberadaan  Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kota Bekasi perlu adanya kajian mendalam terhadap organisasi ini. Sejauh ini MUI hanya melihat dari sisi kegiatan keagamaannya. Selama ini, ormas Gafatar di Kota Bekasi lebih banyak tersorot pada kegiatan sosialnya.

“Jika hanya dilihat pada kegiatan social semata, MUI tidak dapat menilai apakah ormas ini termasuk aliran sesat atau bukan, namun jika ada indikasi tentang kegiatan keagamaan yang dilakukan Gafatar  maka MUI bisa menilai, Kata H. Achmad Mirza, Rabu 27/1 di Kankemenag Kota Bekasi.

Sekretaris MUI Kota Bekasi Sukandar Gozali mengatakan seperti yang dilansir dari CNNIndonesia.com ormas ini sering mengadakan kegiatan social guna menarik simpati masyarakat  setempat untuk bergabung. Kegiatan  sosial ini biasanya berupa pemberian sembilan bahan pokok dan pemeriksaan kesehatan secara Cuma-Cuma.

Sukandar  menilai organisasi ini merupakan  embrio dari organisasi Al Qiada yang dipimpin Ahmad Musadeq yang hanya mengganti nama menjadi Gafatar.

Hal senada diungkapkan Koordinator Humas Kankemenag Kota Bekasi, H.R. Deden Taufiqurrohman. Ada indikasi bahwa Gafatar ini adalah turunan dari ajaran Qiadah Al Islamiyah yang dipimpin Ahmad Musadeq yang telah memproklamirkan dirinya sebagai nabi.

“Jika ini benar maka masyarakat kota Bekasi harus mewaspadai kehadiran Gafatar sebab ini sudah merupakan penistaan agama,” Tambah H. Deden.

Kontributor: Evi Agustin


Dibaca: 147 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter