Walikota Bandung Launching Program Maghrib Mengaji

Walikota Bandung Launching Program Maghrib Mengaji

Jl. Aceh (INMAS kota Bandung)
 
Walikota Bandung, Dr. H. Ridwan Kamil, MUD. bersama Kakemenag Kota Bandung, Dr. H. Yusuf, M.Pd melaunching program Gerakan Maghrib Mengaji, Jum’at (29/4) di Aula Utama Masjid Besar Al Ukhuwah. Hadir dalam acara tersebut seluruh Muspida kota Bandung, Kepala Subbag TU dan Para Kepala Seksi dan Penyelenggara Syariah, Para Pimpinan Ormas Islam, Para Pimpinan Pondok Pesanren, Para Penyuluh Agama Islam dan KKMT Se Kota Bandung.  

Gerakan Maghrib Mengaji adalah program yang menghimbau kepada warga masyarakat kota Bandung agar setiap anak-anak usia sekolah belajar membaca dan memahami Al Qur’an pada waktu setelah shalat maghrib sampai menjelang shalat isya.

Gerakan Maghrib Mengaji ini digagas oleh Walikota Bandung selain ingin membangun generasi muda Islam yang berakhlaq  Al Qur’an juga karena khawatir dengan kondisi pergaulan anak-anak saat ini. Banyak anak-anak muslim usia sekolah di kota Bandung yang saat tiba waktu maghrib sampai malam masih berkeliaran ditempat umum dan keramaian seperti Mall dan lain-lain. Hal tersebut selain dapat terjerumus pada pergaulan bebas juga bisa berakibat pada rusaknya akhlaq dan mental anak. 

Walikota Bandung sangat berharap gerakan maghrib mengaji dapat dijadikan sebagai cara untuk memberantas masyarakat muslim yang buta huruf Al Qur’an. Kedepan Walikota Bandung berharap tidak ada lagi warga muslim di kota Bandung yang buta huruf Al Qur’an. Lebih jauh generasi muslim mendatang adalah generasi muda Islam yang Qur’ani yakni generasi cemerlang yang mampu mengamalkan Al Qur’an dalam hidup dan kehidupannya.

Untuk mensukseskan gerakan maghrib mengaji, Walikota Bandung meminta kepada seluruh Camat, Lurah, RW dan RT untuk berkoordinasi dengan para Penyuluh Agama Islam untuk melaksanakan gerakan maghrib mengaji didaerahnya masing-masing.  Bahkan Walikota meminta kepada aparat keamanan daerah di RT dan RW agar mengawasi apabila ada anak-anak usia sekolah pada saat maghrib tiba masih-masih berkeliaran tidak jelas agar dipulangkan kerumahnya serta diminta untuk belajar mengaji di lembaga DTA yang ada.

Dalam kesempatan itu, Walikota juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Agama Kota Bandung yang ikut serta mensuksesan gerakan maghrib mengaji melalui para Penyuluh Agama Islam dan guru-guru DTA. 

Bersamaan dengan launching Gerakan Maghrib Mengaji dalam kegiatan tersebut Walikota Bandung juga melaunching Gerakan Ayo Baya Zakat. Gerakan yang menumbuhkan kesadaran masyarakat kota Bandung untuk ta’at membayar zakat.

Dikatakan oleh Walikota Bandung bahwa sesungguhnya kota Bandung memiliki potensi dana zakat yang cukup besar, namun karena masih banyak warga muslim yang belum faham dan sadar akan kewajiban membayar zakat maka potensi tersebut menjadi tidak optimlal dalam penghimpunannya. Selain itu kepercayaan atau trust kepada lembaga amil zakat juga masih kurang.  Untuk itu Gerakan Ayo Baya Zakat adalah sebuah kampanye upaya membangun kesadaran masyarakat muslim untuk ta’at mengeluarkan zakat sekaligus membangun citra atau kepercayaan lembaga amil zakatnya.

Kontributor : Agus Saparudin


Dibaca: 710 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter