Wakaf Uang Jawa Barat Resmi Launching

Wakaf Uang Jawa Barat Resmi Launching

Jl. Peta (INMAS Bidang Penaiszawa)

Wakaf uang merupakan program inovatif dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang diharapkan dapat membumikan wakaf bagi masyarakat. Hari ini Rabu (30/9), Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, resmi meluncurkan Wakaf Uang Jawa Barat yang merupakan hasil program kolaborasi antara BWI Jawa Barat, Kanwil Kemenag Jawa Barat, dan BJB Syariah sebagai bank penampung dana wakaf.

Pada sambutannya, Ketua Badan Wakaf indonesia (BWI), Mohammad Nuh, menekankan bahwa prinsip dari wakaf adalah keabadian dan kekekalan. "Dalam artian harta yang diwakafkan akan tetap ada, tetapi nilai manfaat dari harta yang diwakafkan tersebut dapat dirasakan bersama-sama," tuturnya.

Mohammad Nuh mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Jawa Barat yang sudah menginisiasi Wakaf Uang sebagai upaya untuk mendorong masyarakat untuk mewakafkan hartanya dalam bentuk uang.

"Selama ini masyarakat hanya familiar dengan wakaf berupa harta benda seperti tanah dan bangunan dan masyarakat yang memiliki taraf kemampuan diatas yang hanya bisa melakukan wakaf," tuturnya.

Dengan adanya wakaf uang, lanjutnya, masyarakat lebih ringan untuk melakukan wakaf dan apabila hal ini disosialisasikan dengan baik maka potensi wakaf untuk dapat mensejahterakan masyarakat dapat lebih maksimal.

"Wakaf uang ini tidak hanya berbicara masalah kekinian saja, tetapi nilai manfaatnya bisa dibawa sampai ke akhirat. Alangkah bahagianya apabila setiap umat sudah memiliki tabungan dunia dan akhirat," ujarnya dengan bangga.

Ia pun mengajak untuk menjadikan wakaf sebagai life style dan produktif. "Pengelolaan wakaf harus diiringi dengan pemikiran yang produktif agar nilai manfaat dari wakaf dapat terus dikembangkan sehingga dampak sosial dapat menimbulkan kekuatan kebersamaan," terangnya.

Bahkan, Mohammad Nuh, meyakini dengan berkembangnya sekarang dunia digital akan mempermudah terlaksananya wakaf uang.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada sambutannya sekaligus meresmikan Wakaf Uang Jawa Barat, menerangkan bahwa wakaf uang merupakan salah satu upaya untuk mensejahterakan masyarakat Jawa Barat yang mengakselerasikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Keberhasilan ibadah zakat dan wakaf untuk kesejahteraan masyarakat adalah bersumber dari kesatuan dan kerja sama dari masyarakat itu sendiri. Tidak hanya bisa mengandalkan pemerintah dalam pengelolaannya," ungkap RK.

Apabila kesadaran masyarakat yang merupakan mayoritas muslim dalam menunaikan zakat dan wakaf sudah baik, maka Ia dapat memastikan bahwa bangsa Indonesia akan dapat lebih maju dalam memberdayakan masyarakat.

"Tetapi saat ini pengelolaan zakat dan wakaf belum optimal dan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat dan wakaf belum maksimal. Hal inilah yang mendorong kita semua dari berbagai unsur untuk bekerja sama mensosialiasasikan pentingnya zakat dan wakaf untuk dapat memandirikan masyarakat," jelasnya.

Menyoroti wakaf tunai, RK kembali mengungkapkan bahwa wakaf merupakan  investasi  yang bersifat abadi dan kekal. "Investasi kebaikannya tetap ada dan nilai manfaatnya dapat dirasakan untuk seluruh umat," ujarnya.

"Maka dari itu, saya menyambut baik program wakaf uang ini dan saya akan mensosialisasikannya kepada masyarakat bahwa wakaf tunai itu sama dengan investasi agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat," jelasnya.

RK berharap dengan adanya wakaf uang, kesadaran masyarakat untuk menunaikan wakaf dapat ditingkatkan sehingga wakaf uang ini dapat mensejahterakan dan memandirikan masyarakat Jawa Barat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, yang juga sebagai salah satu Anggota Dewan Pertimbangan BWI Jawa Barat, mengungkapkan bahwa wakaf menjadi salah satu solusi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.

"Wakaf uang merupakan salah satu instrumen keuangan publik dalam Islam yang memiliki peran untuk menciptakan kesejahteraan sosial," terangnya.

Peran wakaf uang atau tunai, lanjutnya, keberadaannya diperkuat dengan undang-undang no. 41 tahun 2004 tentang wakaf serta PMA tentang administrasi pendaftaran wakaf berupa uang.

Kementerian Agama merupakan instansi pemerintah yang bertanggungjawab penuh terhadap pengelolaan wakaf. "Maka dari itu, kami mendukung penuh program wakaf uang ini sebagai salah upaya untuk mensejahterakan masyarakat dengan berniat ibadah," tuturnya.

Adib bertekad akan mengupayakan sosialisasi wakaf tunai kepada masyarakat agar dapat dioptimalisasikan dengan baik. 

"Nilai manfaat dari wakaf ini dapat dirasakan oleh masyarakat untuk berbagai sektor kehidupan yaitu perekonomian masyarakat, pendidikan, pemenuhan fasilitas publik, dan lain-lainnya," ujarnya.

Adib pun menginformasikan bahwa untuk memudahkan penyetoran wakaf tunai ini, maka BWI sudah melakukan kerja sama dengan berbagai Bank Syariah yang ada di Indonesia. "Dan untuk saat ini BWI Jawa Barat akan melakukan MoU dengan BJB Syariah sebagai bank yang akan menerima penyetoran wakaf uang bagi warga Jawa Barat," terangnya.

"Semoga wakaf uang yang sudah dicanangkan hari ini menjadi pintu amal jariyah dunia dan akhirat untuk kita semua. Aamiin," pungkas Adib.

Launching Wakaf Uang ini ditutup dengan penandatangan MoU antara Kanwil Kemenag Jawa barat dengan BJB Syariah, dan BWI dengan BJB Syariah, serta langsung memberikan kesempatan kepada peserta yang hadir untuk melakukan wakaf tunai.

Kontributor: Novam Scorpiantrien


Dibaca: 183 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter