Tiga Kekuatan Penyempurna Kebahagian Perspektif Imam Al-Ghazali

Tiga Kekuatan Penyempurna Kebahagian Perspektif Imam Al-Ghazali

Oleh : Tina Haryati, S.Pd.I, M.Pd, Guru MTsN 5 Karawang

(Alumnus Pascasarjana STAI Sukabumi)

 

Merasa sudah bahagia? Menginginkan kebahagiaan yang sempurna? Imam al-Ghazali dalam buku Tasawuf Modern karya Buya HAMKA mengatakan bahwa kesempurnaan kebahagian itu bergantung pada tiga kekuatan yaitu; (a) kekuatan marah, (b) kekuatan syahwat, (c) kekuatan ilmu.

Kekuatan Marah

Marah adalah sebuah luapan emosi yang dirasakan akibat munculnya persepsi ketidakadilan yang diterima, atau emosi yang muncul karena merasa tidak mendapat pengakuan atas suatu hal. Merasakan marah sangatlah wajar. Bahkan rasa marah perlu ada pada diri seseorang pada saat tertentu. Marah yang berlebihan itu salah, karena akan menjerumuskan pada kebinasaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti memukul atau membunuh.

Tidak punya rasa marah itu juga masalah, bahkan bisa dikatakan sangat lemah. Karena tidak punya rasa marah berarti tidak punya rasa cemburu, tidak bertanggung jawab atas agama dan hajat dunia. Memposisikan rasa marah ditengah-tengah adalah pilihan terbaik, karena akan timbul kesabaran dan keberanian pada suatu hal yang harus diperjuangkan atau dipertahankan.

Kekuatan Syahwat

Syahwat dapat diartikan sebagai kecenderungan terhadap sesuatu. Selain aspek jasmaniyah, manusia memiliki asfek ruhaniyah yang berpengaruh terhadap perilaku dan moral. Memenuhi kebutuhan syahwat adalah hal yang semestinya, hanya tidak berlebihan dalam pemenuhannya.

Syahwat yang berlebihan akan berakibat fasiq (melanggar perintah Tuhan). Jika syahwat kurang maka timbulah kelemahan hati dan sifat pemalas. Berada ditengah-tengah adalah pilihan terbaik dalam memenuhi nafsu syahwat, karena syahwat yang berjalan ditengah-tengah akan melahirkan iffah (memelihara diri) dan qonaah, yakni merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki serta tidak berhenti berusaha.

Kekuatan Ilmu

Setiap manusia menginginkan kebahagian yang sempurna di dunia dan akhirat. Salah satu kunci untuk meraihnya adalah dengan ilmu yang bermanfaat dan diamalkan dengan penuh keikhlasan. Ilmu dapat menghantarkan seseorang pada harta yang melimpah dan jabatan tinggi. Tapi kebahagian tidak terletak pada harta dan jabatan, kebahagiaan terletak pada ketenangan jiwa, rasa damai dan tidak merasakan kekurangan pada suatu apapun.

Dengan ilmu, seseorang dapat mengenal dirinya dan Tuhannya. Tiada pengetahuan yang paling mulia dan agung kecuali pengetahuan tentang Allah SWT, Dzat yang kebahagian manusia ada dalam genggamannya. Asal dan puncak dari segala ilmu adalah Marifat. Marifatullah merupakan puncak kebahagian seorang hamba. Jadi dengan ilmu manusia akan sampai pada kebahagiannya yang hakiki.

Syahwat dan marah harus ada pada diri manusia, ilmu dapat mengendalikan keduanya. Ilmu menjadikan keduanya tawanan, mengambil porsi tengah pada keduanya, tidak berlebihan tidak pula kurang, menjadikan keduanya jalan untuk mencapai Marifat yang merupakan puncak dari segala kebahagian, baik dimensi dunia maupun dimensi akhirat

Referensi:

 

Editor : Nunik


Dibaca: 214 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter