Sosialisasikan SE Menag No 21 Tahun 2021, Kakankemenag: Penyuluh Agama Berperan Penting dalam Penanganan Pandemi Covid-1

Sosialisasikan SE Menag No 21 Tahun 2021, Kakankemenag: Penyuluh Agama Berperan Penting dalam Penanganan Pandemi Covid-1

Langkaplancar (INMAS Pangandaran) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Pangandaran, H. Supriana mengatakan tugas utama Penyuluh Agama Islam (PAI) di masa pandemi Covid-19 saat ini adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan H. Supriana pada kegiatan Sosialisasi Edaran Menteri Agama No. 20 dan 21 Tahun 2021 kepada Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Non PNS KUA Kecamatan Langkaplancar .

“Tugas kita yang paling utama saat ini adalah menyadarkan, mengedukasi memastikan masyarakat sadar dan taat protokol kesehatan, jadi bapak dan ibu sebagai penyuluh agama harus bisa menyakinkan, mengajak, mendorong serta mengedukasi masyarakat yang menjadi binaan kita dengan harapannya agar masyarakat betul-betul sadar prokes,” tegas Kakankemenag, Rabu (28/07).

Menurut Kakankemenag, Penyuluh Agama sebagai corong dan ujung tombak Kemenag, harus terus bergerak, berjuang, berkolaborasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Masalah Covid-19 itu bukan hanya persoalan kesehatan tetapi sudah masuk pada persoalan kemanusiaan, kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, agama, dan berimplikasi kepada seluruh persoalan hidup, oleh karena itu kondisi indisipliner masyarakat terhadap prokes sikap harus kita sadarkan,” katanya kepada 14 orang penyuluh yang hadir saat itu.

“Saya yakin hanya bapak ibu lah yang bisa menyampaikan informasi masif sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan penyuluh agama saat ini harus mampu menghadapi masyarakat, tokoh agama yang menganggap Covid-19 sebagai konspirasi global atau bahkan menganggap pandemi ini tidak ada.

“Ini tantangan besar bagi kita, karena masih ada masyarakat yang masih berseberangan dengan kebijakan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 sehingga kesadaran masyarakat untuk disiplin prokses semakin hari semakin rendah,” imbuhnya.

“Covid-19 ini jelas sangat mengancam dan sangat sulit dikendalikan, jadi siapapun mereka yang menganggap Covid ini tidak ada atau sebuah konspirasi harus kita beri pemahaman,” tambahnya.

Oleh karena itu ia meminta sesuai dengan arahan Menteri Agama, Penyuluh Agama Islam harus mampu menyampaikan informasi-informasi positif tentang Covid-19 dalam sudut pandang agama.

“Jadi Prokes ini harus menjadi kebiasaan masyarakat, terlebih saat beraktifitas atau pada saat melaksanakan kegiatan peribadatan,” tuturnya.

Di akhir kesempatan, ia meminta penyuluh agama dan semua keluarga besar Kemenag baik PNS maupun non PNS menjadi teladan dan menjadi duta kampanye penerapan dan edukasi vaksinasi kepada masyarakat.

“Tanpa kerjasama yang baik pemerintah dan masyarakat, jelas Covid-19 ini tidak akan berakhir, oleh karena itu mari kita bergandengan tangan bersama sama dengan pemerintah menjadikan masyarakat dan binaan kita sadar Prokes,”. tutupnya.

Selain para Penyuluh Agama Islam, tampak hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Kab Pangandaran H. Ujang Sutaryat dan Kepala KUA Kec. Langkaplancar H. Yaya Hudaya.


Dibaca: 40 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter