Saat Pandemi Membangkitkan Jiwa Wirausaha Guru

Saat Pandemi Membangkitkan Jiwa Wirausaha Guru

Oleh:

Tatep Sirojudin,S.Pd.I.M.M.

(Kepala TU MAN 2 Sukabumi)


Pandemi Covid-19 yang sudah kita rasakan sejak pertengahan Maret 2020 silam, nyatanya benar-benar memberikan dampak yang luar biasa. Bukan saja menyerang segi ekonomi, sosial, politik kemasyarakatan, bahkan dunia pendidikan pun terimbas dengan adanya pandemi ini.


Pembelajaran yang biasa dilakukan secara klasikal dalam ruangan 7x8, mendadak harus dialihkan dari rumah (BDR= Belajar Dari Rumah). Kelabakan, dan tidak siap menjadi pemandangan yang tiba-tiba hadir mewarnai kehidupan para guru, terlebih murid dan para orang tua. Semua lini sektor kehidupan manusia seolah terporak-porandakan dengan musibah ini. Namun, haruskah kita hanya meratapi nasib begitu saja? Tentu tidak.


Keterpurukan dirasakan siapa saja tanpa terkecuali. Lalu bagaimana dengan para guru? Adakah kita juga merasakan hal yang sama? Diakui atau tidak, pandemi mengakibatkan derita seluruh dunia. Namun mengeluh dengan keadaan yang ada saja, bukanlah jalan keluar yang baik. Mengapa tidak kita segera bangkit, dan memulai usaha-usaha yang dapat menopang kehidupan kita dengan lebih baik, tanpa meninggalkan tugas pokok kita sebagai guru tentunya. 


Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh para guru adalah dengan memulai menjadi seorang wirausahawan. Berwirausaha adalah sebuah upaya untuk menciptakan sendiri lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri. Dan berwirausaha menjadi peluang untuk juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. 


Guru yang menjadi seorang wirausahawan berarti telah berkontribusi nyata dalam upaya mengurangi angka penggangguran yang sudah dapat dipastikan meningkat di masa pandemi ini. Tidak saja bermanfaat untuk dirinya sendiri, namun juga menjadi berkah bagi orang-orang disekitarnya. 


Saya tidak mengatakan, bahwa tugas guru di masa BDR ini mudah. Sama saja dengan pembelajaran secara klasikal, tentu tugas dan kewajiban guru sangat banyak. Baik terkait proses pembelajaran maupun dengan administrasi pembelajaran yang sangat banyak. Namun saya yakin, guru dapat mencari celah waktunya dari tugas pokoknya tersebut.


Bahwa jiwa dan kemauan beriwirausaha pada guru, tentu akan menjadi nilai positif tersendiri bagi guru tersebut. Selain tetap dapat menjalankan tugas pokoknya sebagai pendidik dan pengajar, guru juga dapat berperan sebagai wirausaha mandiri.


Untuk memulai usaha rumahan, dapat kita mulai dari hal-hal yang ada di sekitar kita. Dan tentunya melihat celah waktu yang ada, sehingga tetap dapat mengerjakan tugas utama (khususnya sebagai guru). Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain :


1. Memulai dari hobby yang ada


Pada dasarnya kita pasti memiliki hobby yang mungkin selama ini hanya bisa kita lakukan di waktu-waktu tertentu saja. Dengan banyaknya waktu dengan mengajar/bekerja dari rumah, kesempatan ini tentu sangat sayang untuk dilewatkan.


Misalnya yang memiliki hobby memasak, kita dapat mulai usaha kuliner. Bercocok tanam, kita dapat memulai usaha tanaman hias atapun tanaman hidroponik yang tentunya sangat menarik. Atau yang memiliki kemampuan menjahit, bisa dicoba untuk memulai menerima pesanan jahit baju.


2. Memanfaatkan teknologi


Dewasa ini kecanggihan teknologi komunikasi sepertinya sangat sayang kalau hanya dijadikan sarana hiburan semata. Dengan memanfaatkan sebaik mungkin, bisa menjadi wahana kita dalam mempromosikan barang dagangan yang ingin kita tawarkan. Atau bisa jadi sekedar ajang iklan untuk perkenalan. Selain mudah, tentu jangkauannya sangat luas. Tidak mengenal batas ruang dan waktu. Jadi lebih efektif bukan?


3. Menimba ilmu dari yang lain


Sebagai seorang yang baru belajar, tentu belum banyak ilmu dan pengalaman yang kita miliki. Tidak perlu merasa malu dan ragu untuk terus menimba ilmu dari mereka yang sudah lebih dulu trejun di dalamnya. 


Saat ini pun, banyak sekali tawaran-tawaran pembelajaran yang disajikan secara online tanpa harus mewajibkan kita mengikutinya di lokasi kegiatan. Jadi jangan sampai lena dan lengah untuk memanfaatkan kesempatan yang ada ya.


Selain menambah ilmu dan wawasan, tentu pergaulan dengan sesama entrepreneur juga menambah jaringan. Baik itu jaringan pemasaran, maupun jaringan dalam hal lain terkait usaha yang tengah kita geluti.


4. Tetap percaya diri


Ibarat seorang anak yang baru berjalan, terjatuh bukanlah hal yang aneh. Tetap memiliki semangat dan daya juang yang baik, seklaipun barangkali keberuntungan belum berpihak pada kita.


Mental dan semangat sebagai seorang pengusaha tentu harus bermental baja. Tidak mudah menyerah, dan terus semangat dalam belajar. Bukankah hakikatnya kita adalah pembelajar sepanjang hayat? Tak terkecuali dalam hal usaha.


Keterpurukan akibat adanya pandemi, harus segera kita carikan jalan keluarnya. Sekali lagi, mengeluh dan bermuram durja saja bukanlah jalan keluar yang bijak. Memulai usaha sendiri salah satu jalan keluar yang bijak. Belajar menjadi seorang professional dalam bidang wirausaha atau entrepreneur adalah pilihan yang bijak. Sekalipun perlahan namun pasti, mengapa tidak. Sungguh guru jiawa-jiwa perubah yang bisa menjadi wirausaha yang  mumpuni baik dari segi pengetahuan dan kemampuan.


Sejatinya, guru adalah insan pembelajar sepanjang hayat. Dan mulai belajar menjadi seorang wirausahawan adalah bahagian penting dari makna pembelajar sepanjang hayat itu sendiri. Belajar merubah dunia dengan menjadi salah satu agen pencipta lapangan usaha yang mumpuni. Berani membuat perubahan, pandai menangkap peluang yang ada, serta mampu berinovasi dan tidak takut akan keterbatasan dan kegagalan adalah kunci sukses menjadi seorang wirausaha sejati. Selamat berkarya. 




Dibaca: 29 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter