Pojok Baca Kelas Cikal Bakal Lahirnya Literasi Sekolah

Pojok Baca Kelas Cikal Bakal Lahirnya Literasi Sekolah

Oleh :

Utik Kaspani,S.P.

(Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

 

Daya baca di sekolah kami akhir-akhir ini mengelami penurunan yang cukup signifikan. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan. Anak-anak sepertinya lebih asyik dengan gawainya saat ini. Mereka seolah sudah tidak tertarik lagi untuk membaca buku secara manual. Apalagi berkunjung ke perpustakaan sekolah.

Hal ini terlihat dari animo kunjungan ke perpustakaan sekolah sudah sangat jarang. Bahkan dapat di hitung dengan jari berapa anak yang masih setia berkunjung ke perpustakaan. Dan bahkan, anak-anak yang masih berkunjung terkadang hanya sebatas untuk mencari buku mata pelajaran yang dibutuhkan.

Tentunya keberadaan teknologi informasi dengan kecanggihan digitalnya dewasa ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Bisa jadi anak-anak lebih tertarik untuk mengakses segaal hal nya secara digital. Animo dan kemauan untuk membaca buku secara manual sepertinya sudah sangat jarang terjadi dewasa ini. Dengan alasan kepraktisan salah satunya. Belum lagi yang memang harus kita akui harga buku dipasaran memang tidak dapat dibilang murah.

Pojok baca yang hadir dikelas merupakan salah satu alternativ yang bisa kita hadirkan di sekolah. Di kelas tepatnya. Sekilas memang tidak ada yang berbeda dengan keberadaan perpustakaan pada umumnya. Namun tentu saja dengan skala yang lebih kecil. Dan tentunya nuansa yang dapat kita hadirkan bisa kita sajikan berbeda untuk menarik perhatian siswa.

Pojok baca yang ada di sekolah kami memang sengaja tidak terfokus pada materi pelajaran. Hal ini sengaja untuk tidak menjadikan saingan bagi keberadaan perpustkaan sekolah. Buku-buku yang kami hadirkan di pojok kelas sengaja kami siapkan untuk buku-buku bacaan popular, novel, dan majalah.

Salah satu keunggulan yang coba kami tawarkan selain keberadaan buku-buku yang berbeda dengan yang ada di perpustakaan sekolah adalah nuansa yang dibangun. Dalam ruangan pojok baca kelas yang kami ciptakan, guru pun hadir untuk tetap bisa mendampingi peserta didik. Hadirnya sosok guru disini difungsikan untuk menjadi teman diskusi.

Saat berada di lingkungan pojok baca, peserta didik tidak saja hanya bisa membaca buku yang ada. Kehadirang guru yang turut juga hadir, diharapkan bisa menjadi kawan diskusi yang baik. Dan dengan adanya pojok baca di kelas, ternyata menjadikan hubungan antara guru dan peserta didik menjadi jauh lebih baik dan dekat.

Keberadaan pojok baca di kelas nyatanya menjadi langkah yang baik untuk dapat mendekatkan hubungan antara guru dan peserta didik. Peserta didik memiliki keberanian lebih untuk bisa mendiskusikan hal-hal terkait yang tengah dibacanya. Dan untuk pojok baca di kelas, kami juga berupaya menghadirkan keterampilan lain yang bisa diikuti oleh para peserta didik.

Hadirnya pojok baca di kelas diharapkan dapat menjadi salah satu alternativ hiburan yang menarik dan dirindukan oleh peserta didik. Selain adanya ilmu yang dapat mereka dapatkan, juga penerapan dari apa yang telah mereka baca adalah tujuan akhir dari maksud kegiatan pojok baca kelas ini. Adapun ketersediaan buku-buku, kami peroleh dari perpustakaan, dan rekan-rekan guru yang mau memberikan pinjaman koleksi pribadinya.

Literasi yang kami coba bangun mungkin bukanlah sebuah langkah nyata yang luar biasa. Namun ada sebuah keyakinan, bahwa langkah kecil yang coba kami tapaki saat ini merupakan langkah awal untuk sebuah harapan besar di masa yang akan datang. 


Dibaca: 40 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter