Peran Kartini Milenial menuju revolusi 4.0

Peran Kartini Milenial menuju revolusi 4.0

RA Kartini adalah seorang wanita yang telah ikut membangun Negeri ini dengan memperjuangkan emansipasi wanita sebagai wadah perkembangan perempuan. Betapa dia berjuang untuk mencapai kesetaraan dalam segala bidang seperti yang ditulis dalam suratnya yang berjudul habis gelap terbitlah terang. Perjuangan yang tidak mudah dilakukan Kartini waktu itu, dari segala ketidakpastian peran perempuan, sampai mendapat tempat yang layak dalam berbagai sektor pembangunan hingga saat ini.

Perkembangan teknologi semakin berkembang dengan pesat, seiring perkembangan tersebut mengharuskan semua orang termasuk wanita untuk mengikutinya tanpa terkecuali para ibu yang hanya diam di rumah mengurus rumah tangga diharuskan untuk mengikuti arus teknologi yang semakin kencang menerpa dunia.

Perempuan milenial dan emak-emak masa kini harus mengetahui cara mendidik anak di era revolusi 4.0 ini, karena ditangan merekalah generasi bangsa ini berkembang. Saat ini perempuan Indonesia harus meneladani RA Kartini dimana saat itu ia bisa mengenyam pendidikan lebih baik, bahkan bisa setara dengan laki-laki tetapi tetap bisa menerapkan nilai-nilai agama dalam mendidik anak. Apalagi saat ini perkembangan teknologi sudah semakin baik, maka perempuan Indonesia harus lebih baik dalam encetak generasi penerus.

Mereka harus bisa mengarahkan generasi Z dan generasi Alfa agar membanggakan, tentunya tidak mudah untuk menghasilkan generasi yang rabbani butuh perjuangan dan kesabaran karena tantangan yang dihadapi oleh emak-emak milenial saat ini tidak mudah, apalagi dengan adanya pandemi yang belum berhenti dimana mengharuskan semua orang untuk tetap tinggal di rumah saja, baik yang bekerja maupun sekolah hal ini menjadi tantangan tambahan bagi emak-emak saat ini. 

Kartini saat ini baik yang berkarier ataupun sebagai ibu rumah tangga saja, harus mampu mengarahkan dan mendidik anak-anaknya dalam meningkatkan nilai-nilai luhur akhlak, pendidikan agama dan pendidikan karakter lainnya, jika sebelumnya hanya mengandalkan atau menitipkan anaknya di sekolah saja, maka hal ini tidak akan menghasilkan anak sesuai harapan apalagi selama masa pandemi sekolah hanya di rumah saja, artinya ibu yang paling banyak berperan dalam perkembangan perilaku anak-anaknya.

Ibu merupakan model utama dalam perkembangan perilaku anak-anaknya, dan harus selalu memberi motivasi agar anak-anaknya tidak mudah bosan dan selalu kreatif dalam berbagai bidang, ajari anak-anak untuk selalu bersosialisasi karena saat ini gawai sudah menjadi bagian dari mainan anak-anak yang tidak bisa lepas begitu saja. Sebaiknya ibu memberikan mainan yang bersifat edukasi sejak dini. Terkait hal ini ibu dituntut memahami situasi dan solusi dari setiap perkembangan yang terjadi pada anak-anak. Jika anak sudah tidak bisa lepas dengan gawai maka ibu diharapkan bisa interaktif.

Di era revolusi 4.0 yang serba canggih ini kaum ibu atau perempuan milenial wajib selalu belajar dan meningkatkan literasi di segala bidang, agar perempuan Indonesia hebat dan membanggakan dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang produktif dan rabbani.

Selamat hari Kartini 21 April 2021 tetap semangat untuk Perempuan Indonesia.


Penulis : Ai Nurhayati, M.Pd, Guru di MA Al-Huda Cikalong wetan Kab.Bandung Barat 

Editor : Nunik


Dibaca: 14 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter