Penyuluh Teladan Jabar 2021, Neirna: Hadiah Terbesar bagi Saya adalah Ilmu dan Sahabat

Penyuluh Teladan Jabar 2021, Neirna: Hadiah Terbesar bagi Saya adalah Ilmu dan Sahabat

Soreang (HUMAS Bidang Penaiszawa) 

“Hadiah terbesar yang saya terima adalah mendapatkan ilmu dari berbagai pihak. Bertambahnya sahabat, dan terus belajar bersyukur atas apa yang saya peroleh,” ujar Neirna Yayah Daryati, usai menerima penghargaan sebagai juara pertama Penyuluh Teladan Tingkat Jawa Barat, di Hotel Sunshine Soreang Kab. Bandung, Sabtu (11/9/2021). Hadiah diserahkan Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jabar, Dr. H. Jamaluddin. 

Perempuan kelahiran Ciamis tahun 1971 itu, meraih posisi pertama setelah melewati seleksi ketat yang dilakukan tim juri. Penyuluh agama Islam Kota Bandung tersebut berhasil menyisihkan 27 peserta yang berasal dari 26 kota dan kabupaten di Jabar.  Juara 2 diraih Kab. Cirebon, juara 3 Kota Depok, juara harapan 1 Kab. Bekasi, juara harapan 2 Kab. Cianjur, dan juara harapan 3 Kab. Bandung. 

Sementara itu materi yang diujikan meliputi penguasaan tugas kepenyuluhan, teknis penulisan karya tulis  program  unggulan  penyuluhan, dan presentasi karya tulis ilmiah program unggulan.

“Alhamdulillah saya mendapatkan uang pembinaan dari Kanwil Kemenag Jabar sebesar Rp 7,5 juta. Ini berkah bagi keluarga,” katanya. 

Neirna bukanlah orang baru di dunia penyuluhan. Karirnya dimulai tahun 2002 sebagai penyuluh agama Islam fungsional (PAIF) di Kanwil Kemenag DKI Jakarta hingga 2008. Kemudian mengikuti kepindahan kerja suaminya, ibu tiga anak ini beralih sebagai penyuluh agama Islam di Kota Bandung sejak tahun 2009.  Pada tahun 2012 dia pernah mengikuti seleksi PAI teladan Jabar, namun hanya sampai masuk nominasi 10 besar. 

Dalam seleksi kali ini, dia mempresentasikan program unggulan inovasi bimbingan dan penyuluhan masa pandemi Covid 19 dengan tema "Aktivitas Refleksi Pembelajaran pada Pecandu Shabu di Lapas Perempuan Kelas 2A Bandung." Dengan prestasinya ini, Neirna akan mewakili Jabar pada ajang yang sama di tingkat nasional. 

Paling menyenangkan

Neirna mengungkapkan, hal yang paling menyenangkan selama menjadi penyuluh adalah semakin bertambahnya guru, kawan, dan sahabat. Juga semakin banyak ilmu yang diperoleh, sehingga bertambah pula jalinan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.

Sedangkan yang terasa berat adalah ketika ada tantangan dakwah baik  internal maupun eksternal. Meski demikian, tantangan tersebut kemudian menjadi pemacu dalam melaksanakan tugas kepenyuluhan. “Hal itu memerlukan inovasi di setiap pelaksnaan kegiatan bimbingan dan penyuluhan,” tuturnya. 

Neirna juga selalu bersemangat dalam hal pendidikan. Setelah menyelesaikan S1 di Universitas Islam Assyafi’iyah Jakarta, dia menyelesaikan studi S2 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sementara anak-anaknya, putri pertama alumi Fak. Dalwah KPI UIN SGD Bandung, putri kedua mahasiswi Fak. Syari’ah UIN SGD, dan putri ketiga santri Ponpes Ali Maksum Krapyak DIY Yogyakarta.

Dia berharap agar pemerintah terus istiqomah melakukan sinergitas program denga lembaga pemasyarakatan perempuan, terkait penanggulangan  dan pencegahan penyalahgunaan narkoba jenis shabu. Sejauh ini Kota Bandung menjadi daerah dengan peringkat tertinggi di Jawa Barat dalam kasus penyalahgunaan shabu.

Selain sebagai penyuluh, Neirna juga aktif sebagai fasilitator bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, penyiar Radio KLCBS, narasumber di Sekolah Pranikah Salman ITB, konselor di BP4, dan konselor HIV AISD di WPA. Neirna pun aktif di sejumlah ormas seperti LD PWNU Jabar, Perwati, Dewan Masjid Indonesia (DMI), MUI Kota Bandung, Bandung Kawasan Layak Anak, dan  pendampingan deportan.


Kontributor  : Eva Nurwidiawati 


Dibaca: 124 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter