Pengembangan Life Skills Pondok Pesantren dengan Literasi

Pengembangan Life Skills Pondok Pesantren dengan Literasi

Subang (INMAS Bidang PD Pontren)

"Dengan dikeluarkannya Undang-undang Pondok Pesantren dan diperkuat oleh Perda Jawa Barat yaitu Fasilitasi Pondok Pesantren, maka sudah saatnya Pondok Pesantren mengembangkan potensinya menjadi mandiri," tutur Kepala Bidang PD Pontren, Abdurahim, saat melaporkan Kegiatan Pengembangan Literasi Pesantren Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2021, Senin (7/6), di Hotel Fave Subang.

Ia yakin bahwa saat ini sudah banyak pondok pesantren yang mulai mengembangkan potensinya dengan memiliki usaha mandiri sehingga sudah tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan para santri dan pondok pesantren.

"Apalagi saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungannya terhadap pengembangan potensi Pondok Pesantren dengan program One Pesantren One Product atau biasa disebut OPOP. Ini membuktikan Pondok Pesantren harus memiliki life skills agar para ajengan tidak hanya memiliki kemampuan secara spiritual saja tetapi juga yang lainnya," jelas Ohim biasa disapa.

Life skill tersebut juga termasuk dalam dunia literasi, Ohim menerangkan bahwa saat ini pengajaran Al Quran untuk para santri harus dilakukan dengan metode yang tepat karena era generasi sekarang sudah mulai berubah.

Ohim memperkenalkan Smart Method Bil Qalam yang merupakan teknik pengajaran Al Quran yang digagas oleh Kakanwil Kemenag Jawa Barat.

"9 Jam Belajar dengan Smart Method Bil Qalam atau yang disingkat SMQ merupakan cara belajar Al Quran dengan cepat dan mudah untuk dipahami. Saya berharap dengan metode ini akan memperkaya khasanah lingkungan pesantren dalam mempelajari dan memahami Al Quran," terang Ohim.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, yang pada kesempatannya membuka kegiatan ini secara virtual sekaligus memberikan sambutan dan arahan.

Senada dengan yang diungkapkan oleh Kabid PD Pontren, Adib, menyetujui bahwa dengan diterbitkannya Perda Fasilitasi Pondok Pesantren di Jawa Barat, maka pemerintah akan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan dan potensi pondok pesantren.

"Saat ini perkembangan dan potensi pondok pesantren tidak lagi hanya mempelajari agama dan keagamaan tapi harus diperkaya dengan pengetahuan sains dan teknologi," tutur Adib.

Dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia, lanjutnya, maka Jawa Barat mampu menjadi provinsi unggul lahir dan batin dengan memanfaatkan potensi yang ada pada pesantren. 

Dihadapan para peserta juga, Adib, mengajak untuk terus melestarikan pondok pesantren sebagai pusat pendidikan Agama Islam dan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan informasi yang ada saat ini.

"Perkembangan pondok pesantren juga harus bisa menerima perkembangan literasi yang ada saat ini dengan mempelajari metode-metode pembelajaran agar para santri dapat belajar sesuai dengan zamannya," terang Adib.

Maka dari itu, Kakanwil berharap pondok pesantren di Jawa Barat mampu berinovasi dan meningkatkan kreativitasnya diberbagai bidang agar dapat lebih mandiri dalam mencetak santri unggulan.

Kontributor: Novam Scorpiantrien  


Dibaca: 51 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter