Pengajian Bulanan Kementerian Agama Semarak, Dihadiri Wakil Bupati Majalengka

Pengajian Bulanan Kementerian Agama Semarak, Dihadiri Wakil Bupati Majalengka

Majalengka (Inmas  Kab. Majalengka). Setelah di launching sebulan yang lalu, program pengajian bulanan Kemenag Kabupaten Majalengka kembali bergulir untuk yang kedua kalinya di Masjid Agung Al-Imam Majalengka, Rabu (11/5). Pengajian bulanan yang kedua kalinya ini di hadiri kembali oleh Wakil Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd. Hal ini menunjukkan adanya respon dan dukungan yang baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka terhadap program Pengajian Bulanan yang digagas oleh Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Hadir pada kesempatan tersebut, Asda II Kabupaten Majalengka, Kabag Kesra, Kasubbag keagamaan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, beserta seluruh jajaran pejabat dilingkungan Kemenag Kabupaten Majalengka, para Kepala KUA, Kepala Madrasah, Penghulu, Penyuluh, Pengawas, IGRA, PAH, para Kiai, Tokoh masyarakat dan majelis taklim se-Kabupaten Majalengka. 

Pengajian pada bulan Mei ini tidak kalah semarak dengan pengajian sebelumnya, hal ini bisa terlihat dari banyaknya jumlah jamaah yang mengikuti pengajian bulanan tersebut. Pengajian bulanan kali kedua ini terasa spesial karena bertepatan dengan bulan Sya’ban, sehingga pengajian ini dikemas dengan tajuk “MAPAG RAMADHAN 1437H/2016M” yang diisi dengan Istighosah dan Khatam Al-Qur’an.  

Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka, Cece Hidayat menyatakan, banyaknya jamaah yang hadir menunjukkan adanya komitmen masyarakat dalam mendukung keberhasilan kegiatan atau program yang bernuansa religi ini. Menurutnya, bagi yang sudah terbiasa dan istiqomah menghadiri kegiatan keilmuan atau majelis taklim ini layak disematkan sebagai ahli majelis taklim. “Hadirnya dalam kegiatan keilmuan seperti ini merupakan salah satu bentuk syukur kepada Allah Swt”, ungkap Cece.

Lebih lanjut Cece Hidayat menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar dari Kemenag Kabupaten Majalengka dalam mendukung visi misi Majalengka. Menurut Cece, Majalengka akan MAKMUR (Maju, Aman, Kondusif, Mandiri, Unggul dan Religius) jika dilandasi dengan nilai-nilai agama. 

“Semakin bagus pembangunan keagamaan, semakin religius masyarakat maka pembangunan fisik akan semakin rukun dan kondusif”, imbuh Cece.

“Semoga program-program keagamaan dari Kemenag Kabupaten Majalengka bisa bersinergi dan menyokong. Program pemerintah daerah”, pungkasnya.  

Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka menyampaikan rasa syukur atas kinerja Kementerian Agama Kabupaten Majalengka yang telah mengokohkan diri dalam bidang keagamaan dengan melaksanakan kegiatan keagamaan yang bersifat kolektif.

Menurutnya, gebyarnya kegiatan keagamaan akan memberikan efek baik bagi pembangunan di Majalengka. Ketika pimpinan sudah lelah atau jenuh, maka nilai moral kolektif masyarakat yang dibingkai dengan kegiatan kolektif akan menjadi daya tawar.

Ia berharap agar kegiatan ini continius progress, terus dan berkelanjutan. Konsistensi sangat diperlukan dalam melaksanakan kegiatan ini. Ini harus dikawal, terjadwal atau teragendakan dengan baik. Menurutnya, kegiatan pengajian bulanan Kemenag Kabupaten Majalengka ini bisa diintegralkan dengan 9 Event Besar di Majalengka. “Inilah yang akan mengubah wajah Kabupaten Majalengka menjadi lebih baik”, ungkap Karna . 

Lebih lanjut Ia menyatakan dukungannya terhadap program-program Kementerian Agama. Bahkan ia menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengikuti dan mendukung setiap program keagamaan yang diprakarsai oleh Kementerian Agama. “Gunakan waktu istirahat untuk kegiatan solat Berjamaah. Meskipun solat jamaah bisa dikantor masing-masing namun Berjamaah di Masjid Agung Al-Imam lebih baik, karena Ini penekanannya adalah keberkahan dan silaturrahmi” pungkas Karna.  

Kegiatan pengajian bulanan ini dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman, M.Pd. Ia menjelaskan terkait kehidupan manusia. Menurutnya, manusia diberikan pilihan dalam hidup ini, apakah akan memilih kehidupan yang baik atau memilih kehidupan yang sempit. Semua manusia tentu akan lebih memilih kehidupan yang baik, hanya saja untuk menggapai kehidupan yang baik maka harus memenuhi 7 aspek, yaitu ibadah, kepribadian, keluarga, Status sosial, Kesehatan, karir dan finansial. 

Kontributor: Taupik Hidayat 

 


Dibaca: 176 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter