Pembinaan Administrasi Pegawai Pada MIN Ciawitali KBB

Pembinaan Administrasi Pegawai Pada MIN Ciawitali KBB

Padalarang (Inmas KBB)

Menindaklanjuti hasil penilaian Tim Penilai Angka Kredit Jabatan fungsional guru untuk Kenaikan Pangkat (KP) periode April 2016, MIN Ciawitali menyelenggarakan kegiatan sosialisasi aturan kepegawaian dengan materi Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) (22/4). Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Kasubag TU Kemenag KBB dan tim urusan kepegawaian kemenag KBB. Kasubbag TU sebagai pemateri pokok bahasan disiplin pegawai. Sementara Tim urusan kepegawaian menyampaikan materi Pembinaan Administrasi Pegawai dan materi Penyusunan DUPAK, PKG dan SKP.

Materi pembinaan administrasi pegawai perlu disampaikan sebagai wujud nyata dalam meningkatkan pelayanan di bidang kepegawaian. Di era reformasi birokrasi saat ini, wajib hukumnya  semua pegawai mengetahui berbagai aturan dan hal-hal yang berkaitan dengan urusan kepegawaian. Tidak ada satupun aturan atau prosedur yang dipandang sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.  Begitupun dengan permasalahan KP yang ditolak. Alasan dan penyebabnya juga harus disampaikan kepada yang bersangkutan.

Salah satu tujuan penyampaian materi DUPAK, PKG dan SKP, dikarenakan untuk KP periode April 2016 dari MIN Ciawitali tidak ada yang dapat diproses. Sebanyak 20 ajuan KP dari MIN Ciawitali dikembalikan. Dalam hal ini menjadi tanggung jawab dan kewajiban urusan kepegawaian untuk menyampaikan penyebab dari tidak lolosnya KP dan mencari solusi untuk permasalahan tersebut. Penyebab utama dari ditolaknya KP yaitu adanya kesalahan pada penyusunan DUPAK, SKP dan kurangnya nilai dari unsur pengembangan diri. Berdasarkan hasil pengecekan masih terdapat penilaian SKP yang tidak sesuai yakni dibawah 76 dan masih kurangnya nilai dari unsur pengembangan diri sebagaimana yang dipersyaratkan untuk KP bahwa untuk gol III minimal nilai unsur pengembangan diri adalah 3 dan untuk gol IV minimal 4..
Dalam rangka memberikan solusi dari permasalahan yang ada, maka disampaikanlah materi utama dalam kegiatan tersebut yaitu materi penyusunan DUPAK, PKG dan SKP sebagai pencerahan bagi peserta bagaimana cara menyusun DUPAK, PKG dan SKP yang benar. Meskipun pada kenyataannya mereka tidak menyusunnya sendiri minimal mereka tahu dan paham apa itu DUPAK, PKG dan SKP. Dalam kegiatan tersebut, peserta dibimbing oleh narasumber praktek langsung menyusun DUPAK dan SKP masing-masing. Diharapkan setelah kegiatan tersebut, peserta yang dalam hal ini guru-guru pada MIN Ciawitali paham dan bisa menyusun DUPAK, PKG dan SKP yang sesuai dengan aturan.
Berdasarkan pantauan tim urusan kepegawaian, mayoritas peserta belum bisa mengikuti materi penyusunan DUPAK dan SKP. Hal ini disebabkan karena MIN ciawitali merupakan satker yang segala sesuatunya yang berkaitan dengan administrasi kepegawaian diurus oleh TU/koordinator. Oleh sebab itu tentu sangat wajar apabila kebanyakan dari guru-guru pada MIN Ciawitali kurang memahami perihal DUPAK, PKG dan SKP.

Sementara itu, Kasubbag TU dalam arahannya sangat  menekankan pentingnya bekerja dengan hati. “Jangan sampai guru terjebak pada rutinitas mengajar yang hambar dan hampa akan nilai2 ruhaniah,” tegasnya. Kasubbag TU mengutip salah sebuah hadits yang berbunyi “ .. an ta’budallaaha ka-annaka taraahu. Fa in lam yakun taraahu, fainnahu yaraaka.” Mengingat tugas mengajar adalah tugas mulia karena memberikan pencerahan kepada para siswa, maka, menurutnya, saat seorang guru mengajar di kelas hendaknya meyakini bahwa Allah SWT hadir dan mengawasinya. “Ketika merasakan kehadiran Allah saat mengajar di kelas telah menjadi sebuah kesadaran yang melembaga dalam sikap seorang guru, maka yang bersangkutan akan menjalani aktivitas mengajar dengan sepenuh hati,” ungkapnya.

Kontributor: arif


Dibaca: 186 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter