Pembelajaran Bahasa Arab Banyak Tantangan

Pembelajaran Bahasa Arab Banyak Tantangan

Soekarno Hatta (Humas  Bidang Pendidikan Madrasah) 

Menjadi guru bahasa Arab merupakan pekerjaaan mulia. Bukan hanya mengantarkan generasi untuk menguasai bahasa tersebut, tapi lebih penting mampu dan bisa memahami Al Qur'an. Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Adib, M. Ag, saat membuka pelatihan guru bahasa Arab tingkat Madrasah Aliyah di lingkungan Kemenag Jawa Barat Tahun 2021, Senin (12/9), di Balai Diklat Keagamaan Bandung.

Adib mengapresiasi BDK Bandung yang menjadi mitra utama Kemenag Jabar dalam pembinaan terhadap para guru. Terutama karyawan di lingkungan Kemenag, sehingga kompetensinya terus diperbaharui. "Kerjasama ini diharapkan melahirkan sumber daya manusia unggul," katanya.

Dia meminta peserta untuk manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. Karena tidak semua guru mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan. Setiap materi yang disampaikan di forum tersebut, hendaknya benar-benar diperhatikan secara serius. 

Menurutnya, pembelajaran bahasa Arab saat ini masih banyak mengalami tantangan. Di antaranya, bagaimana caranya menarik minat generasi milenial agar bisa menyukai bahasa arab. 

"Karena daya tarik dan motivasinya berbeda. Tetap saja muncul anggapan, belajar bahasa Arab itu sulit. Mereka lebih menyukai bahasa Inggris dan bahasa Mandarin," tuturnya.

Oleh karena itu seorang guru harus bisa memginsprirasi peserta didik. Tidak hanya memiliki dan meningkatkan kompetensi, kita juga harus mampu menginspirasi mereka untuk mampu dan tertarik belajar bahasa Arab. 

Kondisi sosial 

Adib mengungkapkan, sebenarnya kalau berbicara tentang pembelajaran bahasa Arab, tidak bisa  lepas dari kondisi sosial dan kultural masyarakat. Dalam bahasa Indonesia, banyak sekali serapan dari bahasa Arab. 

"Kita tahu, sebelum masa kemerdekaan, kaum Muslimin di Indonesia lebih mengenal tulisan Arab dibandingkan tulisan latin. Seharusnya bagi orang Indonesia, belajar bahasa Arab lebih mudah. Karena sudah banyak serapan bahasa Indonesia bersumber dari bahasa Arab," katanya.

Sebagai sarjana bahasa Arab, Adib sudah menuangkan ide dan gagasan menulis sebuah buku yang judulnya Smart Method Bil Qalam (SMQ). Dengan metode tersebut, seseorang bisa paham bahasa Arab Al Qur'an dalam waktu sembilan jam. "Setelah mengenal dan mampu melafalkan, diharapkan bisa dengan memamahami makna serta kandungannya," ujar Adib.

Sementara itu Kepala Diklat Keagamaaan Bandung, Dr. H. Agus Lani Mushlih M.Ag., mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan pengetahuan keahlian, keterampilan dalam proses pembelajaran, dan sikap mental guru untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya.

Kontributor  : Eva Nurwidiawati

Foto : Asep Naja


Dibaca: 52 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter