Pelayanan Satu Atap Jadi Solusi bagi H. Sopian untuk Tingkatkan Layanan Haji

Pelayanan Satu Atap Jadi Solusi bagi H. Sopian untuk Tingkatkan Layanan Haji

Cikarang - Kab. Bekasi (Inmas - Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Antrian pendaftaran haji yang panjang dan tuntutan pelayanan yang kian besar menjadi perhatian, pemikiran dan tantangan sendiri bagi H. Sopian, Kepala Kemenag Kab. Bekasi untuk membuahkan suatu gagasan perubahan dalam pelayanan haji dan umrah.

Bagi H. Sopian, tuntutan pelayanan dan panjangnya antrian calon Jemaah haji yang mendaftar harus segera dijawab dengan solusi yang realistik. Inovasi-inovasi yang relevan menurutnya menjadi solusi untuk peningkatan pelayanan haji dan umrah yang cepat, tepat, hemat dan terukur.

H. Sopian merumuskan gagasan solusi peningkatan layanan haji dan umrah ini menjadi Rencana Aksi Perubahan yang merupakan tugas dari Diklat Kepemimpinan III yang ia ikuti pada Pusdiklat Tenaga Administrasi Kemenag RI. Gagasan Solutif tersebut dirumuskan dalam tema Pengembangan Model Haji dan Umrah Satu Atap (SATAP), dengan pengembangan konsep layanan pendaftaran haji dan pelayanan bank terintegrasi.

Rabu (09/06), di Aula Gedung PLHUT Kemenag Kab. Bekasi, Rencana Aksi Perubahan dengan tema Pengembangan Model Haji dan Umrah Satu Atap (SATAP) yang digagas H. Sopyan resmi diluncurkan. Peluncuran ini disaksikan oleh Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, Ketua DPRD Kab. Bekasi, BN Holik Qodratullah, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. A. Handiman Romdony, serta Mantan Sekjen Kemenag RI, yang juga Penguji, Prof. Dr. H. Nurcholis Setiawan. Sementara itu, Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, Dr. H. Adib, hadir secara virtual.

H. Sopian memandang pengembangan model pelayanan yang digagasnya ini adalah solusi yang tepat, mengingat jumlah Jemaah haji Kabupaten Bekasi yang sangat besar serta tersebar luas di 187 desa di 23 kecamatan, yang jaraknya cukup jauh dari ibukota kabupaten. Dengan konsep ini, tambahnya, masyarakat yang akan mendaftarkan haji dapat langsung datang ke layanan satu atap dan tidak harus bingung mencari Bank Penerima Setoran (BPS), karena telah tersedia pada layanan satu atap tersebut.

H. Sopian memantapkan gagasannya ini dengan melakukan berbagai pertemuan dan sosialisasi dengan stakeholder terkait dari mulai BPS sampai KBIHU. Hasilnya sangat signifikan, ditandai dengan penadatanganan kerja sama antara Kemenag dan BPS yang berkomitmen untuk mendukung layanan satu atap tersebut.

Kegiatan peluncuran rencana aksi perubahan tersebut ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung layanan satu atap. Keberadaan gedung yang bersumber dari dana swadaya ini akan memperkuat keberadaan Gedung PLHUT yang telah berdiri.

 Kontributor : Tri Budiono

 


Dibaca: 153 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter