Pelaksanaan Ujian Akhir di DTA Roudhotussyiban Lancar

Pelaksanaan Ujian Akhir di DTA Roudhotussyiban Lancar

Kedungwaringin ( Inmas Kabupaten Bekasi )

Diniyah Takmiliyah Awaliyah Roudhatussibyan yang terletak di Desa Kedungwaringin Kecamatan Kedungwaringin melakanakan ujian akhir semester genap dari tanggal  27 sampai dengan 30 April tahun 2016 di ikuti oleh 19 orang siswa/santri.

Memasuki hari ketiga hari jum’at tanggal 29 april 2016 pelaksanaan  ujian akhir di DTA Roudhatussibyan berjalan dengan lancar, tertib sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebagaimana diungkapkan oleh  Ibu Enden Holiah yang bertugas mengawasi pelaksanaan  ujian dengan mata ujian Fiqh dan sejarah kebudayaan islam (SKI), namun demikian tidak semua siswa hadir pada hari ketiga terdapat 2 orang yang absen dari 19 siswa yang tercatat sebagai peserta ujian.

Lembaga yang berdiri sejak akhir tahun 1960-an tersebut   telah memilki bangunan yang permanen sebanyak 3 ruangan sejak  kurang lebih sepuluh tahun  yang lalu, dibangun oleh pemerintah daerah di  atas tanah negara.  DTA Roudotussibyan telah memiliki 4 orang tenaga pengajar dan 79 siswa/santri  dan kepala DTA yang merupakan  tokoh ulama  setempat yaitu KH.Rd. Romli demikian keterangan yang di sampaikan oleh Ibu Enden Holiah salah satu pengajar pada DTA  Roudhatussibyan yang telah mengabdi selama kurang lebih 10 tahun. 

Adapun jumlah siswa /santri  yang terdaftar di DTA Roudhatussibyan sebanyak 79 terdiri dari kelas 1  sejumlah 35 siswa/santri, kelas 2 sejumlah 25 siswa/santri, dan kelas 3 sejumlah 19 siswa/santri. Menurut Ibu Enden jumlah siswa/santri dari kelas 1 sampai kelas 3 cenderung menurun hal ini sudah disebabkan  selain kurang dukungan dari fihak orang tua yang kurang mendorong anaknya untuk masuk DTA disamping rendahnya pengawasan orang tua sehingga anak yang seharusnya belajar di DTA mereka justeru bermain yang tidak bermanfaat dan cenderung menjadi pemalas. 

“ Jumlah anak yang belajar di DTA  dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 cenderung menurun selain kurang dukungan dan pengawasan  dari fihak orang tua “ ujarnya

Di tanya mengenai suka duka selama mengajar di DTA ibu Enden mengatakan suka nya merasa senang karena dapat mengamalkan dan memanfaatkan ilmu yang dimiliki sedangkan duka nya tidak terasa karena ditanggung bersama-sama. 

“ Mengajar di DTA ini yang penting barokah sebagai bekal di akherat” tuturnya.

Lebih lanjut   bersyukur pada tahun ini kementerian agama sudah menganggarkan untuk  ijazah sehingga sedikit mengurangi beban biaya mudah-mudahan kedepannya menyentuh bantuan infra struktur dan operasonal DTA serta kesejahteraan para pengajar  karena selama  ini untuk biaya operasional hanya mengandalkan partisipasi dari wali siswa/santri yang tiap bulan di minta iuran 10.000 itu pun sudah berjalan 4 tahun ,dia mengharapkan kedepannya perhatian pemerintah semakin baik lagi dan mendorong diterbitkannya peraturan daerah  tentang  pendidikan diniyah takmiliyah.

“Kami bersyukur tahun ini kementerian agama sudah menganggarkan untuk ijazah sehingga dapat mengurangi beban biaya operasional, kedepannya semoga perhatiannya lebih baik lagi  dan kami pun mendorong supaya diterbitkannya peraturan daerah tentang pendidikan diniyah takmiliyah di Kabupaten Bekasi” pungkasya

Kontributor : Denden Zenal Mutaqin

 


Dibaca: 290 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter