Nabi Mendidik Kemandirian Ekonomi

Nabi Mendidik Kemandirian Ekonomi

Oleh :

Herwan S.Pd.I, M.Mpd

(Guru PAI. SMAN 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi)

 

Suatu hari datang seseorang dari masyarakat Anshor meminta makan, mengemis kepada Nabi, sebenarnya Nabi orang yang pasti langsung memberi, tapi karena yang datang dan minta makan seorang anak muda, Nabi bertanya. "Di rumahmu ada apa?" Kata Nabi. "Tidak ada apa-apa ya Rasul, hanya ada tikar alas tidur dan bejana tempat minum yang tidak berharga," kata pemuda. "Pulang, bawa sini," ucap Rasul.

 

Anak muda itu lalu pulang dan kembali dengan membawa alas tidur dan bejana wadah air minum yang sudah rusak dihadapan Nabi saat sedang kumpul dengan para sahabat. "Siapa yang mau beli barang tidak berharga ini?," kata Nabi, sahabat angkat tangan. "Saya ya Rasul, satu dirham," kata sahabat. "Saya ingin yang bisa membeli dengan harga dua dirham," kata Nabi, sahabat tahu Nabi bukan bermaksud menjual barang-barang tidak berharga milik pemuda, tapi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam punya satu rencana untuk anak muda tadi. Akhirnya sahabat membeli barang-barang ridak berharga tadi dengan harga dua dirham.

 

Dua dirham dibawa oleh Nabi dan diserahkan ke anak muda. "Sebagian untuk beli makanan untukmu dan keluargamu, sebagian belikan kapak terus datang lagi padaku," kata Nabi. Kemudian anak muda itupun pulang membeli makanan secukupnya dan sisanya membeli kapak untuk di bawa ke Nabi. Lalu Nabi kasih kayu dan mengikatnya dengan kapak. "Pergi, cari kayu setelah seandainya sudah dapat kayu jual ke pasar, saya tidak mau melihat wajahmu limabelas hari," ucap Nabi.

 

Ini peristiwa menjadi mahal untuk siapapun, pelajaran sangat mulia tentang kemandirian masalah ekonomi dan bahkan ini seharusnya dibuat sistemik menjadi program Negara, sangat detail sekali bahkan sampai waktunya jelas limabelas hari, Nabi ingin generasinya mandiri, tidak ada anak muda kerjaannya mengemis, akhirnya begitu jadi pemimpin cuma penampilan yang keren berdasi berjas, pengemis-pengemis juga kerjaannya, mengemis sana mengemis sini bahkan Negara akhirnya dijual karena kebiasaan dan pekerjaannya mengemis. Na'udzubillah.

 

Sahabat karib Anda:

Herwan

#WriteFromHome

#DiRumahAja


Dibaca: 53 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter