Musim Covid Tidak Menyurutkan Semangat Memperingati Nuzulul Qur'an

Musim Covid Tidak Menyurutkan Semangat Memperingati Nuzulul Qur'an

Jl. Mayjend. Sutoyo 39 (INMAS Kab. Subang)

Peringatan Nuzulul Qur’an sudah menjadi agenda Negara baik dari Pusat hingga kepemerintahan dibawahnya, pun juga diperingati oleh seluruh kalangan masyarakat muslim di Nusantara dengan ragam acara sesuai dengan situasi, tradisi dan kondisi kaum muslimin setempat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang memfasilitasi Masjid Agung Al-Musabaqoh untuk dijadikan sarana kegiatan keagamaan seperti halnya Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kabupaten Subang, kali ini diselenggarakan di Masjid Agung Al-Musabaqoh malam 17 Ramadhan 1442 H/ Rabu, 26 April 2021 semalam.

Atas nama Pemerintah Daerah Kab. Subang hadir Wakil Bupati, Agus Masykur Rosyadi. Dalam sambutannya beliau sampaikan, walaupun dalam suasana covid  tidak menyurutkan semangat kita dalam melaksanakan, amal soleh, beribadah, dan beraktifitas baik lainnya, namun juga kita harus tetap memperhatikan protokol kesehatan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir dengan sabun, dan menjaga jarak. Peringatan ini diadakan dalam upaya kita untuk mengingatkan kembali terhadap fungsi al-qur’an serta menerapakannya dalam kehidupan, muamalah dengan sesama manusia, menambah taqorub kepada Allah SWT dan mempertebal ketaqwaan, karena sebaik-baiknya bekal adalah taqwa, bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal, demikian Wabub sampaikan dengan menyitir QS. Al-Baqarah 197.

Sebagai penceramah, KH. Zaenal Mufid, S.Sos.I. Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Anwar Mubtadiin Wera/Katib Syuriah PCNU Subang, beliau menyampaikan seputar hikmah diturunkannya al-qur'an yang mulia kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau sampaikan mengapa al-qur’an kitab suci umat Islam diturunkan dengan secara bertahap?. Beliau katakan, yang terkandung didalam al-qur’an adalah aturan-aturan hidup manusia, kita tahu al-qur’an turun di jaman jahiliyah yang syarat dengan kehidupan yang bebas tanpa batasan moral, misalnya untuk merayakan kegembiaraan mereka selalu melakukannya dengan mabuk-mabukan, dan kebiasaan hidup pada waktu itu banyak yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan al-qur’an. Oleh karenanya dalam merobah kehidupan seperti itu dikatakan KH. Zaenal harus bertahap. Beliau contohkan ketika al-qur'an melarang minum khomer, awalnya saat ada yang bertanya tentang khamar dijawab pada QS. Al Baqarah : 219, dikatakan ada manfaatnya bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”, kemudian berangsur pada keterangan di QS An-Nisa ayat 43, larangan salat dalam keadaan mabuk”, kemudian selanjutnya al-qur’an melarang dengan tegas di QS. Al-Maidah ayat 90 “bahwa, minum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala adalah najis dan itu termasuk perbuatan syaitan”. Demikian KH. Zezen Zaenal Mufid.

Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut disiarkan juga secara online di FB Al-Musabaqoh Subang, IG Masjid Agung Subang.


Kontributor : Sep Nj.

Editor : Nunik

Dibaca: 12 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter