Mimbar Dakwah Sesi 22 : PesugihanNya Nabi Ibrahim

Mimbar Dakwah Sesi 22 : PesugihanNya Nabi Ibrahim

Oleh :

Yudi Yansyah S.Pd.i

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bojong Genteng

Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi

 

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Hadirin Rohimakumulloh

 

Kini kita telah berada di 10 awal bulan haji/bulan Julhijah kita jadi teringat pada salah satu tokoh sentral yang bernama Ibrahim alaihissalam (AS). Kisah Nabi Ibrahim ini tentu sangat mengharu biru dan bagi siapa saja yang beragama Islam, pastilah tahu betul siapakah beliau. Ya, Ibrahim, seorang bapak dari Ismail yang rela menyembelih anak semata wayangnya hanya demi cinta dan ikhlasnya beliau kepada Sang Penciptanya. Kisah ini tentu saja tidak asing di telinga kita. Bahkan tak tanggung-tanggung, Allah SWT pun menetapkan namanya dalam kitab suci Alquran (Surat Ibrahim).

 

Tahukah kita bahwa Nabi Ibrahim AS ini sangat kaya? Kita mungkin sering mendengar kisah tentang Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan segalanya demi Tuhannya, tapi tentu kita tidak pernah tahu bahwa Nabi Ibrahim ini memiliki kebiasaan yang unik yang akhirnya menjadikannya salah satu Nabi Allah SWT yang sangat kaya. Yang mana Beliau tak pernah menikmati makanannya sendiri. Setiap kali beliau hendak menyantap makanan, beliau selalu mengajak orang-orang yang ada di sekitarnya walaupun dalam jarak bermil-mil (bisa dibayangkan ya betapa dermawannya beliau). Dari makanan-makanan yang disantap bersama orang-orang ini, hartanya tidak semakin habis, malah sebaliknya hartanya semakin bertambah. Subhanallah!

 

Bahkan hewan-hewan ternaknya pun semakin berkembang, karena setiap ada tamu maupun orang yang minta, pasti beliau sembelihkan satu ekor atau lebih hewan ternaknya. Suatu ketika, ada seseorang yang mengagumi kedermawanan Nabi Ibrahim berkata, “Hai Ibrahim, engkau dikenal sebagai Nabi yang sangat dermawan, engkau hidangkan tamu-tamumu dengan sembelihan hewan dan engkau kurbankan hewan-hewan ternakmu untuk kaum. Apa yang menjadi dasar dan pedomanmu itu?”. Nabi Ibrahim pun menjawab, “Aku diperintahkan oleh Allah untuk saling berbagi kepada sesama, menghormati tamu dan berkurban dengan menyembelih hewan-hewan ternakku untuk orang lain”. Tak disadari, Nabi Ibrahim menambahi ucapannya, “Seandainya Allah memerintahkanku untuk menyembelih anakku, aku pun siap menjalankan perintah-Nya”. Saat itulah terjadi peristiwa yang tertuang dalam surah Ash-Shaffat ayat 102 – 111.

 

Ya, begitulah pesugihan Nabi Ibrahim AS. Saat kita mendengar kata pesugihan, pikiran kita biasanya langsung mengarah ke sesuatu yang berbau klenik. Ya pesugihan berasal dari bahasa Jawa yang berarti sesuatu yang bisa membuat kaya. Nah, pesugihannya Nabi Ibrahim ini lain dari yang lain. Pesugihannya ini berupa suka memberi makan orang lain. Dalam kitab Nashoihul Ibad, perbuatan Nabi Ibrahim ini masuk dalam bab Idhoolussuruur atau memberikan kebahagian untuk orang lain. Di kitab tersebut dijelaskan secara singkat mengenai bagaimana Nabi Ibrahim AS memperlakukan hartanya dan orang-orang ada di sekitarnya.

 

Untuk itu mudah mudahan kita bisa menauladani Nabi Ibrahim AS. Mudah-mudahan kita dijadikan manusia-manusia dermawan yang selalu menebarkan kebahagiaan bagi sesama baik dengan cara memberikan jamuan makan seperti tauladan kita Nabi Ibrahim AS atau dalam bentuk lainnya yang menjadikannya sesama kita bahagia, apa pun kelompok, suku, ras bahkan agama. Amin

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

 


Dibaca: 9 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter