Mimbar Dakwah Sesi 21 : “Sifat Tercela Setan/Iblis”

Mimbar Dakwah Sesi 21 : “Sifat Tercela Setan/Iblis”

Oleh :

Yudi Yansyah S.Pd.i

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bojong Genteng

Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ،  أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin rohimakumulloh

Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi bahwa karena qudrat dan iradat-Nya  pada kesempatan ini kita dapat bertemu dalam keadaan sehat wal afiat dalam rangka menuntut ilmu sebagaimana telah diwajibkan kepada kita untuk menuntutnya. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahcurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. kepada keluarganya, para sahabatnya dan kepada para pengikutnya yang setia dari awal hingga akhir zaman. Aamiin

 

Hadirin rohimakumulloh

Setan/iblis memiliki sifat yang sangat dibenci, karena menjerumuskan manusia kedalam murkanya Alloh Swt., pada kesempatan ini akan di bahas beberapa sifat setan/iblis yang tercela, di antaranya:

Pertama, Takabbur. Allah SWT menyifatkan setan/iblis  dengan sifat ini karena menganggap dirinya lebih baik daripada Adam As. Allah SWT telah berfirman:

Allah SWT berfirman; Apakah yang menghalangi engkau (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (iblis) menjawab ”Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku daripada api dan sedangkan dia Engkau ciptakan daripada tanah“. (QS. Al-A’raf [7]:12)

 

Kedua, Sombong dan Keras Kepala. Ini menunjukkan bahwa kekufuran iblis bukanlah karena kejahilan bahkan kekufurannya karena keras kepala dan sombong.

Firman Allah SWT.:

(Iblis) menjawab, karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku selalu menghalangi mereka daripada jalanMu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka.” (QS. Al-A’raf [7]:16-17)

 

Hadirin rohimakumulloh

Ketiga, Menggoda (al-Waswasah)) ialah percakapan hati yang dibisikkan oleh syaitan yang tidak ada kebaikan dan manfaat. Firman Allah SWT :

Kemudian syaitan membisikkan fikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (syaitan) berkata, ”Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal(dalam syurga)” (QS. Al-A’raf [7]:20)

 

Ayat di atas menjelaskan sifat iblis dan hasad dengki terhadap Adam dan Siti Hawa a.s, dan juga bagaimana iblis berusaha memperdaya, menggoda dan menipu sehingga kenikmatan dan pakaian yang baik dirampas daripada kedua-duanya dan dikeluarkan dari syurga.

 

Keempat, Ingkar Janji. Ingkar janji merupakan sifat orang munafik. Ingkar janji merupakan sifat syaithan. Dalam al-Quran Allah memberikan contoh sifat ingkar janji yang dilakukan oleh syetan. Firman Allah SWT : 

Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan Sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling Lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu” (QS. Al-Anfal [8]:48)

 

Ayat ini diturunkan ketika peperangan badar, di mana iblis berjanji kepada orang musyrikin untuk menolong mereka menentang orang Islam, maka tatkala pasukan Islam bersama Rasulullah SAW berhadapan dengan pasukan musyrikin, maka iblis pun menyamar sebagai seorang lelaki bersama tentara, lalu berkata iblis kepada orang musyrikin: Kamu tidak akan kalah hari ini dan aku adalah penolong kamu. Apabila iblis melihat tentara malaikat dia pun berundur dan tidak memberi pertolongan kepada tentara musyrikin, dan juga telah memungkiri janjinya untuk menolong mereka. Allah SWT telah memberi kemenangan kepada tentara Islam di dalam peperangan tersebut. Di sini jelaslah bahwa iblis adalah pembohong dan pemangkir janji.

 

Hadirin rohimakumulloh

Kelima, Menghasut (Nazgh). Dalam kamus menyatakan bahwa “Nazgh” ialah mencerca atau menfitnah. Ia juga membawa makna menghasut, membujuk dan membisik (percakapan hati yang tiada manfaat dan kebaikan). Sifat-sifat ini merupakan sifat iblis laknatullah.

 

Keenam, Hasud atau dengki adalah sikap batin tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkannya dari orang tersebut. Hasad merupakan penyakit hati yang dapat menghancurkan pahala amal, Rasulullah SAW. menggambarkan betapa tercelanya kedengkian itu dengan sabdanya:

إِيَّاكُ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ (رواه البخاري عن أبي هريرة)

 

Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar” (HR. Abu Daud dari Abu Hurairah).

Ketika seseorang mengharapkan lenyapnya nikmat dari orang yang didengki maka saat itu ia telah berlaku hasad, karena sesungguhnya kedengkian adalah membenci nikmat dan menginginkan lenyapnya nikmat itu dari orang yang mendapatkannya.

 

Hadirin rohimakumulloh

Ketujuh, ‘Ujub. Ujub secara bahasa adalah membanggakan diri dalam hati (bathin), sedangkan dalam istilah diartikan memastikan keselamatan badan dari siksa akhirat.  ‘Ujub termasuk dalam kategori dosa besar, dimana dalam hatinya tertanam suatu sifat yang dapat menghilangkan kekuasaan Allah, termasuk dalam segala perbuatan yang telah Allah ciptakan (sifat baik dan buruk), maka dari itu Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf  ayat 99 :

Maka Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”.

 

Dari penjelasan di atas dapat kita fahami bahwa ‘ujub yaitu suatu sikap membanggakan diri, dengan memberikan satu penghargaan yang terlalu berlebihan kepada kemampuan diri dalam hal menghindar dari siksa neraka. Sikap ini tercermin pada rasa tinggi diri dalam bidang keilmuan, amal perbuatan ataupun kesempurnaan moral. Sehingga sampai pada sebuah kesimpulan sudah tidak memperdulikan bahwa sebenarnya Allah-lah yang membuat kebaikan ataupun keburukan, serta Dia-lah yang melimpahkan kenikmatan yang nyata. Sikap ini termasuk perilaku syetan karena dia merasa diri paling hebat dari Adam as.

 

Hadirin rohimakumulloh

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan. Terima kasih atas perhatianya. Semoga yang tersampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin

Wabillahi taufiq wal hidayah, Walhamdulillah hirrabbil ‘alamin

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


Dibaca: 11 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter