Mimbar Dakwah Sesi 102 : Penyebab Menjadi Keras Hati dan Sulitnya Menerima Hidayah

Mimbar Dakwah Sesi 102 : Penyebab Menjadi Keras Hati dan Sulitnya Menerima Hidayah

Oleh :

Yudi Yansyah S.Pd.i

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bojong Genteng

Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi

 

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Hadirin rohimakumulloh

Hati yang keras dapat terjadi karena kemaksiatan yang dilakukan secara terus menerus, hati yang mengeras menjadi tanda bahwa ia memiliki banyak penyakit hati, sehingga Allah menutup hatinya untuk hal-hal kebaikan.

Jika hati sudah terlanjur keras, maka untuk melembutkannya bukanlah pekerjaan yang mudah, bahkan bagi sebagian orang ia lebih berat ketimbang pekerjaan lain semisal bersedekah, sebagaimana Abdullah bin Umar mengatakan :

“Sungguh menangis karena takut kepada Allah SWT lebih aku cintai daripada bersedekah dengan 1000 dinar.” Mungkin maksud Abdullah bin Umar, menangis karena Allah lebih berat dibanding bersedekah 1000 dinar.

Rasulullah SAW berlindung dari hati yang keras dan tidak khusyu’. “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan”. (HR. Muslim)

Lalu apa penyebab hati menjadi keras? Berikut penjelasannya :

1. Meremehkan dosa kecil.

Allah SWT berfirman: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. (QS. Al Muthoffifin: 14)

Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits berikut :

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan ‘ar raan’ yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya),

‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. (HR. Tirmidzi).

2. Terlalu banyak makan

Dari Bisyr bin Harits, “Dua hal yang mengeraskan hati; banyak bicara dan banyak makan.”

Selain dapat membuat hati menjadi keras, terlalu banyak makan juga dapat menimbulkan sifat malas, berat badan tidak ideal, mudah terserang penyakit dan akan sulit untuk berpikir.

3. Terlalu banyak tertawa

Rasulullah SAW bersabda: “Banyak tertawa itu mematikan hati”. (HR. Ahmad)

Tertawa bukan hal yang dilarang, sebab Rasulullah sendiri pernah tertawa namun itu dilakukan sewajarnya. Karena itu ditegaskan di awal bahwa beliau banyak menangis dan sedikit tertawa.

4. Terlalu banyak bicara

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan lurus iman seorang hamba hingga lurus hatinya. Dan tidak akan lurus hatinya hingga lurus lisannya”. (HR. Ahmad).

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata benar atau diam”. (HR. Muslim, Baihaqi dan lainnya)

5. Teman Buruk

“Dan (Ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: Aduhai kiranya (dulu) Aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.’ Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya Aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia Telah menyesatkan Aku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu Telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia”. (QS. Al-Furqan: 27-29).

Sebagian ulama salaf berkata, “Kerasnya hati karena empat hal: melampui batas; makan, tidur, bicara, pergaulan”. *

Wassalamualikum Wr.Wb.

 


Dibaca: 11 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter