Menjadi Milenial Yang Mengantongi Bekal

Menjadi Milenial Yang Mengantongi Bekal

Oleh :

Sri Silvia Nurma Latifah, MTsS Annihayah Karawang

Milenial…ya, sebutan ini melekat pada generasi muda di era sekarang. Generasi milenial begitu erat dengan Modernisasi dan tentu saja Teknologi. Gaya hidup modern serta kepiawaian dalam mengolah sistem Teknologi Informasi di era Digital seperti sekarang, sudah tentu harus sejalan dengan kontribusi diberbagai bidang. Karena memang tidak bisa dipungkiri, ketika nilai – nilai modernisasi juga kecanggihan teknologi tidak disertai dengan seni mawas diri, terlebih ilmu untuk menjaga hati, maka seperti sudah dapat diprediksi generasi seperti apa yang mengisi Bumi Pertiwi.

Maka dari itu, setiap milenial sudah seharusnya mempunyai modal yang dapat dijadikan bekal, agar tetap dapat mengekspresikan diri sekaligus mempunyai prestasi tetapi tidak sampai lupa diri.

Simak beberapa rumus ringan, tetapi memiliki pengaruh yang cukup mendalam agar menjadi generasi milenial yang tidak menyalahi aturan :

Fahami Ilmu Agama

Dalam hal ini tentu tidak cukup hanya sekedar mengetahui, tapi mempelajari, memaknai dan terus berusaha mengamalkan nilai – nilai Agama dalam kehidupan sehari – hari. Ini merupakan langkah awal agar generasi milenial menjadi pemuda – pemudi yang berbudi, berteknologi dan tentu berprestasi.

Ingat ! dengan senatiasa mempertebal keimanan kepada Allah SWT., 

Sebagaimana Firman Allah Q.S. Al Kahfi ayat 13 :

“ Kami ceritakan kepada mu ( Muhammad ) kisah mereka dengan sebenarnya, sesunggunya mereka adalah pemuda – pemudi yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan Petunjuk kepada Mereka “.

Jadi jelas sudah, jika keimanan kepada Allah SWT disandingkan dengan pemahaman Agama secara utuh dan menyeluruh tidak lantas memadamkan prestasi, jati diri juga kemampuan yang dimiliki oleh seseorang. Justru sebaliknya ini akan menjadi tuntunan dalam berekspresi.


Selalu Jadikan Orang Tua Sebagai Partner 

Orang tua sejatinya adalah sumber keridhoan, keberkahan sekaligus kesuksesan yang diidam – idamkan oleh setiap orang. 

Hormat, patuh dan ta’at adalah cara yang dapat dilakukan setiap orang untuk menabung pahala kebaikkan baik di dunia juga di akhirat. Maka, apa yang terjadi jika hubungan yang seharusnya melahirkan nilai – nilai kebaikan, justru berubah menjadi suatu keburukan. Sebagian orang beranggapan bahwa pendapat dan keinginan yang berseberangan dengan pemikiran orang tua merupakan sebuah kendala. Tak jarang generasi muda memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan orang tua, perbedaan pendapat dan pemikiran melahirkan permusuhan yang seharusnya dihindari. Andai setiap orang dapat mensiasati hal ini dengan lebih bijak dan cermat, tentu hal seperti ini tidak terjadi.

Orang tua seharusnya punya tempat tersendiri dihati, menjadi panutan, guru, sahabat juga partner. Partner untuk bertukar fikiran, mengukir prestasi, meraih masa depan yang gemilang dan partner untuk senantiasa menjadikan diri lebih berkembang dengan ide – ide cemerlang. Dan tentu saja partner untuk meraih keridhoan Allah SWT.

“Ridho Allah itu tergantung ridho ke dua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka ke dua orang tua”. ( H.R.Tirmidzi ).


Kenali Lingkungan Yang Positif

Generasi milenial identik dengan kebebasan berekspresi, bahkan tak jarang ada yang berperilaku menyalahi norma sosial juga agama, misalnya saja pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat terlarang. Oleh karena itu, salah satu yang tetap harus menjadi acuan dalam hal berekspresi adalah bagaimana lingkungan yang ikut berkontribusi pada hal tersebut.

Perlu diingat bahwa sikap, pola fikir juga kepribadian salah satunya terbentuk dari lingkungan. Termasuk dari cara menyikapi dan mencari solusi dari sebuah permasalahan, terkadang beberapa ide didapat dari teman dan sahabat. Tentu saja hal semacam ini harus bernilai positif agar menjadi input yang baik pada diri seseorang. Karena memang lingkungan yang positif akan memberi sahabat yang juga positif, sahabat positif  tentu akan menyumbangkan solusi yang bernilai positif, tentu hal ini akan berdampak positif dalam diri seseorang.

Sehingga jika suatu saat masalah datang menyapa, tidak perlu merasa khawatir akan sulitnya mencari penyelesaian dari masalah yang sedang dihadapi, apalagi sampai mengambil jalan pintas yang merugikan diri sendiri.

Karena lingkungan yang positif akan membekali seseorang dalam proses untuk meraih hasil kebaikan yang menuntun pada kesuksesan bukan menjerumuskan pada keburukan dan akhirnya hanya mendapat keterpurukan.

Editor :Tri Budiono


Dibaca: 14 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter