Membangun Kekompakan, Kekeluargaan, Keharmonisan, Konsentrasi dan Leadership Melalui Outbound

Membangun Kekompakan, Kekeluargaan, Keharmonisan, Konsentrasi dan Leadership Melalui Outbound

Kab. Majalengka

Outbound sebagai bentuk kegiatan luar kantor yang bermanfaat belakangan menjadi suatu kegiatan yang banyak diagendakan oleh perusahaan perusahaan dan bahkan instansi pemerintah tidak terkecuali Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Kegiatan yang berujung akan kemampuan aktualisasi diri dari seorang pegawai ini diharapkan akan berdampak positif terhadap kemajuan perusahaan dan atau institusi pemerintah tersebut. Melihat pentingnya kegiatan outbound ini, maka tidak mengherankan jika Kementerian Agama Kabupaten Majalengka juga gelar kegiatan outbound di Cikole Lembang Bandung (23/2/2016). 

Kegiatan yang digelar jelang pelaksanaan Rapat Kerja Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Tahun 2016 ini melibatkan sekitar 70 peserta tidak terkecuali Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Cece Hidayat, M.Si. Semua peserta berbaur tanpa mempedulikan starata jabatan, mereka melakukan semua kegiatan outbound dengan penuh keakraban dan kekeluargaan tanpa canggung. Keharmonisan inilah yang dibutuhkan agar ditempat kerja sesungguhnya terjalin kerjasama yang baik dalam menghadapi semua permasalahan. Outbound memiliki karakteristik konsep dan metode yang berbeda – beda tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan aktualisasi diri bagi pesertanya.

Kepala Kantor menyatakan bahwa banyak manfaat outbound training di dalam meningkatkan aktualisasi diri seseorang diantaranya sebagai berikut:

Pertama, Melatih kemampuan seseorang terutama menumbuhkan jiwa leadership yang mungkin selama ini tidak nampak. Beberapa metode outbound training menggunakan permainan atau kegiatan yang telah diatur skenario-nya untuk membawa suatu team ke dalam suatu permasalahan. Dan saat team tersebut berjuang mengatasi masalah yang ada, maka jiwa leadership seseorang akan muncul. 

Kedua, Melatih kerjasama team. Kegiatan outbound training biasanya dalam bentuk permainan yang melatih masing-masing individu yang mungkin terbiasa bekerja sendiri untuk dapat bahu membahu bersama team-nya di dalam menyelesaikan permainan. 

Ketiga, Melatih menyeimbangkan kemampuan analisa dan pola pikir dengan menggunakan otak kiri dan otak kanan. Kesimbangan antara pola berpikir realistis, konseptual dan “feeling” seseorang adalah senjata yang sangat ampuh di dalam mengambil keputusan. 

Keempat, Mengasah kemampuan seseorang di dalam mengambil keputusan terhadap suatu kondisi di mana kondisi tersebut bisa saja tidak pernah di alami sebelumnya. Meningkatkan kemampuan dan kematangan kedewasaan seseorang di dalam mengambil keputusan. 

Dan yang paling penting dari kegiatan outbound adalah menumbuhkan arti penting kehidupan kebersamaan, kekeluargaan. Terlebih di beberapa kota besar sangat banyak dijumpai orang-orang yang memiliki rasa individualistis yang tinggi. Bahkan mengarah kepada persaingan yang saling menjatuhkan. 

Outbound sengaja dikemas dalam kegiatan permainan sehingga akan memberikan rasa suka cita yang optimal bagi individu peserta outbound. Biasanya setelah selesai outbound, perlahan-lahan atau secara cepat, pola pikir seseorang akan terbentuk. Hal ini disebabkan metode permainan dalam outbound training lebih mudah mengendap dalam alam bawah sadar seseorang.

 

 Kontributor: Taupik Hidayat 

 


Dibaca: 49 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter