Manfaat Hipnoterapi dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Manfaat Hipnoterapi dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Dian Agfanti, S.Pd, Guru MTsN 5 Karawang


        Motivasi belajar merupakan faktor pendorong bagi peserta didik dalam pembelajaran terutama yang dilakukan di sekolah. Salah satu faktor ini  turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Motivasi belajar juga merupakan salah satu alasan seorang peserta didik akan belajar dengan baik. Mereka akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Jadi. Motivasi belajarlah yang menggerakkan diri siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang terarah sehingga tujuan yang dikehendaki peserta didik dapat dicapai.

       Kita dapat menyaksikan betapa berbedanya peserta didik yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi dan yang tidak mempunyai motivasi belajar. Mereka yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi kelihatan lebih berkonsentrasi dan cenderung lebih tenang daripada yang tidak memilikinya.

Sardiman (1990:40) mengemukakan bahwa: Di dalam belajar mungkin juga ada perhatian sekedarnya, tetapi tidak ada motivasi, maka materi yang masuk dalam pikiran mempunyai kecenderungan yang berkesan tetapi samar-samar di dalam kesadaran.

Pemikiran ini memberikan penggambaran bahwa motivasi dalam belajar itu sangat penting. Bagi seseorang yang memahami secara umum apa yang telah dilihat dan didengarnya tetapi tidak cukup untuk membuat kesan, maka seseorang tersebut kurang memiliki motivasi. Oleh karena itu, motivasi dalam belajar perlu diupayakan supaya peserta didik memiliki kesan belajar.

Guru sebagai pengajar yang berada di lapangan yang berhadapan langsung dengan peserta didik tentulah sering menghadapi permasalahan-permasalahan mereka. Kebanyakan dari permasalahan yang guru temui yaitu rendahnya motivasi belajar, dari yang yang tidak konsentrasi di kelas sampai dengan tidak masuk sekolah karena malas dan lain-lain.

Semua permasalahan di atas tentunya harus dicarikan solusi yang tepat. Salah satunya adalah hipnoterapi. Hipnoterapi dapat digunakan pengajar untuk ‘menyembuhkan’ penyakit peserta didik ini agar timbul semangat belajarnya. Pengertian hipnoterapi itu sendiri adalah terapi yang membuat orang yang diterapi ini berada dalam suatu kondisi hipnosis. Hipnosis itu sendiri adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada orang, dimana mereka akan memberikan respons pada pertayaan yang diajukan dan sangat terbuka dan reseptif terhadap sugesti yang di berikan oleh hipnoterapis. Teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi hipnosis. Hipnosis sendiri juga diartikan sebagai suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi, seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadaranya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak. Hipnosis juga disebut sebagai seni eksplorasi alam bawah sadar, kesadaran yang meningkat, suatu kondisi pikiran yang dihasilkan oleh sugesti (Gunawan, 2012).

            Melihat pengertian di atas, penulis dapat artikan bahwa hipnoterapi ini adalah memasukkan sugesti positif kepada orang lain dalam hal ini adalah peserta didik dalam kondisi alam bawah sadar. Keberhasilan hipnoterapi ini jika ada perubahan sikap peserta didik yang tidak bisa konsentrasi menjadi dapat berkonsentrasi, dari yang jarang masuk sekolah menjadi rajin ke sekolah, dan seterusnya. Hanya saja hasil perubahan sikap dari perlakuan hipnoterapi ini tidak bisa bisa permanen. Perlu pengulangan tindakan hipnoterapi bergantung pada kondisi masing-masing peserta didiknya. Terkadang salah satu peserta didik memerlukan hanya 2 kali tindakan hipnoterapi sedangkan peserta didik yang lain lebih dari itu.

            Guru juga sebaiknya instropeksi barangkali penyebab dari segala permasalahan peserta didik adalah karena gurunya. Mereka memiliki motivasi belajar yang rendah salah satu di antaranya karena metode mengajar guru yang kurang menarik. Hal lainnya yaitu penguasaan materi yang kurang, hanya menguasai sedikit metode, dan hal yang lainnya. Ini menjadi bahan pemikiran untuk guru agar menguasai berbagai metode dan penguasaan bahan yang bisa didapatkan dari berbagai pelatihan daring maupun luring. Anggaplah guru berinvestasi ilmu agar dapat sukses berbagi sehingga sejatinya memperoleh kesuksesan dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bishawwab



Dibaca: 31 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter