MAN Bandung Barat Siap Laksanakan PTMT

MAN Bandung Barat Siap Laksanakan PTMT

Cililin (HUMAS Bidang Pendidikan Madrasah)

Kedua kalinya anggota komisi VIII DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Jawa Barat untuk memantau langsung persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Kali ini, rombongan anggota Komisi VIII DPR RI yang diketuai oleh Ace Hasan Syadzily mendatangi MAN Bandung Barat dan diterima langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Ajam Mustajam, dan Kepala Bidang PD Pontren, Abdurahim, Kamis (30/9).

Pada pemaparannya, Kepala MAN Bandung Barat, A. T. Saepulloh, menegaskan bahwa MAN Bandung Barat telah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana protokol kesehatan untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

"Telah dijadwalkan siswa siswi MAN Bandung Barat akan memulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dimulai minggu depan dengan pembagian jadwal, karena sesuai dengan peraturannya kehadiran siswa siswi hanya 50%," jelas A. T. Saepulloh.

Selain itu, lanjutnya, para majelis guru MAN Bandung Barat semuanya telah melakukan vaksinasi dan para siswa siswi madrasah juga sebagian besar telah melaksanakan vaksinasi walaupun baru vaksin I.

"Kami juga sudah menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan agar bersama-sama dapat menjaga kesehatan serta saling mengingatkan untuk selalu mematuhinya," ujar Kepala madrasah.

A. T. Saepulloh pun memastikan bahwa MAN Bandung Barat telah siap melakukan PTMT, terlebih saat ini MAN Bandung Barat memiliki gedung baru yang merupakan hibah dari Kementerian PUPR yang akan digunakan untuk Laboratorium Biologi dan Fisika.

Keterangan ini pun dibenarkan oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Ajam Mustajam, yang mewakili Kakanwil Kemenag Jawa Barat. Ia mengatakan bahwa saat ini Jawa Barat sudah berada di level 2 dan 3 sehingga sudah dapat melakukan PTMT sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kanwil Kemenag Jawa Barat pun terus melakukan pemantauan dengan dibukanya kembali tatap muka di madrasah agar tidak terjadi penyebaran Covid-19," ujar Ajam.

Direktur KSKK Ditjen Pendis Kemenag RI, Moh. Isom Yusqi, yang juga hadir pada Kunjungan Kerja ini, mengatakan bahwa masih banyak madrasah yang belum bisa membuka tatap muka karena masih berada di wilayah level 4.

Isom biasa disapa mengatakan, "Pembelajaran tatap muka di madrasah memang harus dicermati terutama dari segi kesiapan perangkatnya karena jangan sampai madrasah menjadi klaster penyebaran Covid-19."

Ia pun bersyukur sampai saat ini belum ada laporan madrasah yang menjadi klaster penyebaran Covid-19. "Kemarin sempat ada madrasah di Jepara tetapi kami langsung menanganinya sehingga tidak sampai berkepanjangan," ucapnya.

Ace Hasan Syadzili, Ketua Komisi VIII DPR RI, menyambut bahagia Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang akan dilaksanakan di MAN Bandung Barat. "Dengan landainya jumlah positive rate Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat, maka PTMT sudah dapat dilaksanakan sesuai aturan protokol kesehatan," ujar Ace.

Ia pun memahami bahwa selama pelaksanaan daring banyak kendala yang dihadapi oleh para guru dan siswa siswi. "Tetapi kendala ini harus diatasi dengan terus meningkatkan kompetensi guru sehingga sekarang kita sudah terbiasa dengan teknologi informasi dan komunikasi," ujar Ace.

Ia melanjutkan bahwa perkembangan madrasah yang semakin membanggakan, membuat Komisi VIII DPR RI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. 

"Semoga pembelajaran tatap muka terbatas ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar dengan terus mematuhi protokol kesehatan 5M agar tidak terjadi klaster penyebaran Covid-19," harap Ace.

Kunjungan kerja ini pun ditutup dengan penyerahan bantuan perlengkapan protokol kesehatan dari anggota Komisi VIII DPR RI dan diterima langsung oleh MAN Bandung Barat.

Kontributor: Novam Scorpiantrien


Dibaca: 32 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter