Kunker Spesifik, Ace Hasan Kemukakan 7 Agenda Penting Kemenag Jawa Barat

Kunker Spesifik, Ace Hasan Kemukakan 7 Agenda Penting Kemenag Jawa Barat

Gedung Sate (INMAS Bagian Tata Usaha)

Hari ini, Kamis (19/11), Rombongan Anggota DPR RI Komisi VIII mengadakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Provinsi Jawa Barat. Rombongan ini diketuai oleh TB. Ace Hasan Syadzily yang diterima langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate.

Pokok pembahasan pada kunjungan kerja spesifik ini yaitu mengenai dukungan pemerintah provinsi terhadap peningkatan kehidupan agama  dan pendidikan keagamaan di Jawa Barat.

Pada pertemuan ini, Ace Hasan mengemukakan bahwa tujuan kedatangan rombongan ini adalah untuk mensinergikan program kehidupan agama dan pendidikan keagamaan yang ada di Jawa Barat.

"Karena Pemerintah Provinsi memiliki andil besar untuk mensukseskan program kehidupan agama dan pendidikan keagamaan sesuai dengan regulasinya," tutur Ace Hasan.

Kembali Ia menginformasikan bahwa di masa Pandemi Covid-19, Komisi VIII DPR RI bersama dengan Kementerian Agama telah memberikan Bantuan Operasional Pondok Pesantren, Pendidikan Diniyah Takmiliyah, dan TPA sebesar 2,6 triliun.

"Dan untuk Jawa Barat mendapatkan porsi yang sangat besar karena jumlah pondok pesantren yang ada di Jawa Barat merupakan yang paling banyak," ungkapnya.

Selain itu, Ace juga memastikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji terus mendapatkan pengawalan. 

"Pada tahun 2020 penyelenggaraan ibadah haji ditunda pemberangkatannya dikarena Pandemi Covid-19, tetapi persiapannya terus kami kawal bahkan untuk Jawa Barat saat ini kami dukung terus dalam pembangunan Asrama Haji Indramayu," terangnya.

Masih pada kesempatan yang sama, Ace juga menerangkan beberapa agenda Kementerian Agama Jawa Barat yang didukung oleh Komisi VIII DPR RI sebagai peningkatan program kehidupan beragama dan keagamaan.

Salah satunya yang utama mengenai Relokasi gedung Kanwil Kemenag Jawa Barat, Ace menilai gedung Kanwil Kemenag Jawa Barat yang saat ini ditempati tidak representatif karena sempit dan letaknya tidak strategis.

"Sesuai dengan pembicaraan kami dengan Kakanwil Kemenag Jabar bahwa rencananya nanti Relokasi tersebut akan diberi nama Pusat Layanan Keagamaan Jawa Barat yang akan dibangun di Jatinangor," terangnya.

Untuk maksud tersebut, Ace meminta Gubernur Jawa Barat untuk memberikan dukungan dengan menghibahkan tanah seluas 5 hektar. 

"Kemudian agenda berikutnya yaitu mengadakan penerbitan mushaf terjemahan basa sunda, saya kira ini sangat penting karena Jawa Barat memiliki banyak sekali pondok pesantren sehingga mushaf tersebut dapat menjaga nilai historisnya," jelas Ace Hasan.

Agenda selanjutnya yaitu pendirian Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, Ia melanjutkan bahwa Pemerintah Kab. Subang sudah menyetujui menghibahkan lahannya seluas 10 hektar untuk keperluan ini.

"Jawa Barat sangat terkenal dengan kualitas pendidikannya, maka sangatlah pantas Jawa Barat memiliki MAN Insan Cendekia yang dapat menciptakan generasi unggulan masa depan," tuturnya.

Masih dengan keterlibatan Pemerintah Kab. Subang, lanjutnya, Agenda Kementerian Agama yang kami dukung yaitu pendirian Pusat Observasi Bulan di Pondok Bali. "Sehingga nanti setiap penentuan hilal, Jawa Barat akan lebih dimudahkan karena sudah memiliki POB," ujarnya.

"Agenda berikutnya yaitu Perda Pondok Pesantren, saya mengamati bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah sangat menaruh perhatian lebih terhadap pondok pesantren," terangnya.

Dan Agenda yang terakhir, Ace menyebutkan bahwa sebagai provinsi dengan tingkat kemajemukan yang tinggi, maka untuk mengatasi berbagai persoalan kerukunan umat beragama, Kementerian Agama akan membentuk Early Warning System.

"Deteksi dini ini bertujuan sebagai pemetaan daerah-daerah yang memiliki konflik kerukunan umat beragama, sehingga apabila terjadi masalah kerukunan akan segera dapat diselesaikan," jelas Ace Hasan.

Penjelasan Ace Hasan tersebut disambut baik oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Bahkan, Kang Emil sapaan akrabnya memastikan bahwa sinergitas yang dibangun dengan Kementerian Agama merupakan tujuan utama dari Kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Sesuai misi utama di kepemimpinan ini yaitu membentuk manusia Pancasila melalui peningkatan peran masjid atau tempat ibadah sebagai pusat peradaban. Kedua yaitu warga Jawa Barat menjadi ahli ibadah," jelasnya.

Maka dari itu, Kang Emil memastikan akan memberikan dukungan terhadap agenda Kementerian Agama Jawa Barat.

Kang Emil menuturkan bahwa program kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus bersinergi dengan Kementerian Agama Jawa Barat agar dapat bersama-sama memberikan pelayanan agama dan keagamaan kepada masyarakat.

"Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melaksanakan program kerja yang mendukung peningkatan kehidupan beragama dan pendidikan keagamaan yaitu Program Sadesa Satu Desa Satu Tahfidz, One Product one Pesantren untuk menciptakan pesantren yang mandiri," jelasnya

Kemudian lanjutnya yaitu Kredit Mesra yang diberikan melalui rumah ibadah bekerja sama dengan BJB, dan yang terakhir yaitu English For Ulama dimana Ulama Jawa Barat diharapkan dapat berdakwah sampai ke luar negeri.

Kang Emil berkomitmen untuk terus melakukan sinergitas dengan Kementerian Agama Jawa Barat agar dapat mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin.

Turut hadir pada kegiatan ini yang mendampingi Anggota DPR RI Komisi VIII dan perwakilan dari Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat yaitu Kepala Bidang PHU, Ajam Mustajam, dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Abudin.

Kontributor: Novam Scorpiantrien



Dibaca: 52 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter