Kunker Komisi 8 DPR RI Bahas Mitra Pendidikan Kanwil Kemenag Jabar dan IAIN Syekh Nurjati

Kunker Komisi 8 DPR RI Bahas Mitra Pendidikan Kanwil Kemenag Jabar dan IAIN Syekh Nurjati

Kota Cirebon  (HUMAS Bidang Pendidikan Madrasah)

Perubahan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber (UIS)  Syekh Nurjati Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Masyarakat Jawa Barat akan lebih banyak terlayani,  lebih mudah mengakses Perguruan Tinggi dan tentunya akan meningkatkan indek pembangunan manusia di Jawa Barat. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Jawa Barat, Dr. Adib M.Ag  saat menyambut kunjungan Kerja DPR RI komisi VIII, (16/9/2021) di Ruang Rapat Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Adib mengatakan, "Perubahan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UI Siber Syekh Nurjati adalah sesuatu yang membanggakan, karena dukungan dari Komisi VIII DPR RI yang terus mendorongnya, juga berbagai persyaratan telah mumpuni, kemudian jumlah Mahasiswa yang telah mencapai 12.000 an."

Kemudian UISSI tersebut bagi Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat akan menjadi mitra kerja yang sangat strategis terutama dalam peningkatan layanan Pendidikan dan Keagamaan. Dijelaskannya jumlah madrasah di jawa barat ada 15.669, pondok pesantren 10.500 telah masuk EMIS 15.000 pondok pesantren, jumlah jamaah haji tiap tahun memberangkatkan mencapai, 40.000 jamaah haji, dan memiliki jumlah penduduk terbesar. demikian Adib.

Dalam mengupayakan perubahan Lembaga dimaksud, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Dr. Sumanta Hasyim, M.Ag, mengatakan bahwa untuk menampilkan wajah Cirebon yang ceria dan gemilang IAIN Syekh Nurjati menggandeng dan bekerjasama, berkoordinasi dengan 3  komponen yakni, Ulama, Budayawan dan Cendekiawan.

"3 komponen tersebut ternyata merespon semua permasalahan di Cirebon. Dan sejak tahun 2011 telah  dilakukan penelitian-penelitian seperti penelitian Bahasa Cirebon yang memiliki khas tersendiri dan telah dilakukan penelusuran tarekoh-tarikoh, juga disampaikan Rektor bahwa, tarekoh syatoriyah, Sadiliyah dan yang lainnya itu masyekhnya,  Sunan Gunung Djati Cirebon," ujar Sumanta. 

Syeh Sunan yang dikatakan Rektor tersebut yaitu sosok yang memiliki 2 jabatan yakni, sebagai Kepala Negara dan Kepala Agama.

"Kemudian telah diteliti pula mengenai Bahasa Cirebon, keilmuan keislaman yang dibawa oleh para wali, para ulama yang tertera dalam manuskrip dari berbagai disiplin ilmu, itu membawa bahasa Cirebon. Artinya Cirebon sebagai Kota yang memiliki historis sehingga ruh ini terus diupayakan dan disosialisasikan terhadap civitas akademisi IAIN Syekh Nurjati," katanya.

Tim Kunker Komisi VIII DPR RI yang diketuai, Selly Andriani Gantini A.Md, beranggotakan 8 orang dan memberikan tanggapannya. 

Tanggapan dan pertanyaannya berkaitan dalam hal, tanggungjawab institusi, mulai dari persyaratan administrasi, infrastruktur, SDM, regulasi, program pembelajaran, mentalitas dan wawasan kebangsaan tentang 4 pilar yang mesti diterapkan kepada Mahasiswa; Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

"Jangan sampai lulusan sarjana universitas hanya meluluskan sarjana-sarjana yang target mereka mencari pekerjaan atau untuk sertifikasi saja, karena yang saya liat guru yang menjadi guru bukan murni untuk pengabdian kepada bangsa tetapi hanya mengejar target," tegas Selly.

Kembali mengingatkan bahwa fenomena ini menjadi tugas terberat bagi universitas  terutama bagi IAIN yang akan berubah menjadi UIN

Unsur Akademisi dan unsur Kementerian Agama turut mendampingi Rektor, Warek, Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag. Dekan Fakulta Syari’ah Ekonomi Islam, Dr. H. Aan Jalani, M.Ag, Dekan Fakultas, Ushuludin, Adab dan Da’wah,  Dr. Hajam, M. Ag. Hadir pula dan menyampaikan gagasan, Dr. Makhruz, Kasubdit Pendis sebagai Tim Perumus Perubahan IAIN tersebut,  Asisten Direktur, Didin Rosyidin M.Si. dan Kepala Kementerian Agama Kota Cirebon, Dr H Moh Ahsan Mag.


Kontributor : Sep Nj.

Editor: Novam S


Dibaca: 61 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter