Kepala Kankemenag : Minat baca harus ditanamkan sejak usia dini

Kepala Kankemenag : Minat baca harus ditanamkan sejak usia dini

Singaparna-Kab.Tasikmalaya – Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, sekiranya perlu budaya membaca ditanamkan sejak dini terhadap anak, khususnya anak yang masih duduk di kelas awal, seperti kelas I, II dan II Sekolah Dasar demikian tutur Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Agus Abdul Kholik, MM pada saat memberikan materi dalam kegiatan District Level Planning Workshop Program Buku Bacaan Berjenjang di Gedung Pramuka Kecamatan Singaparna, Rabu, (24/02/2016).

H. Agus menambahkan bahwa USAID Peduli akan hal tersebut, Makanya USAID menyiapkan program membaca yang sangat menarik bagi anak kelas awal. Program tersebut dinamakan 'Membaca Berjenjang'. Dengan program tersebut, diharapkan para anak ini menjadi termotifasi dalam hal membaca.

“Kita bisa menumbuhkan kemampuan membaca dan meningkatkan minat membaca,” ujar H. Agus,

Program bacaan berjenjang ini akan diwujudkan dalam bentuk buku bacaan yang akan dibagikan di sekitar 60an lembaga baik SD ataupun MI di Kabupaten Tasikmalaya. Isi dari bukunya cukup variatif dan efektif untuk memicu si anak untuk gemar membaca.
“Buku bacaan berjenjang ada levelnya, dari mulai minim tulisan sampai dominan tulisan,” Terang H.Agus.

Dengan isi buku yang variatif, dari mulai bacaan yang cukup mudah hingga bacaan yang sukar, dirasa cukup untuk merangsang anak agar bisa membaca hingga memahami isi bacaan rersebut.

“Minat baca akan tumbuh jika sesuai dengan kemampuan tingkat bacanya,” Ujar H.Agus.

Menurutnya, budaya baca anak harus lebih ditingkatkan lagi. Salah satunya dengan dibagikannya buku bacaan berjenjang ini. Selain minat anak, kemampuan guru untuk membuat si anak hobi membacapun sangat diperlukan. Bagaimana si guru mampu menciptakan suasana belajar yang kreatif di kelas.

“Rata-rata dalam satu kelas, ada saja beberapa siswa harus diberikan tretmen khusus, misalnya jam istirahat atau jam pulang,” Imbuhnya.

Kontributor: Fajri Adi Nugraha


Dibaca: 53 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter