Kasi PHU Kankemenag Kota Bekasi: Hati Hati Travel Bodong

Kasi PHU Kankemenag Kota Bekasi: Hati Hati Travel Bodong

Jl. Kemakmuran, Kota Bekassi (Inmas Kota Bekasi)

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (kasi PHU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Hasbialloh mengatakan, ada daerah yang rawan Travel Haji dan Umroh bodong di Kota Bekasi.

“Yang pernah ada laporan sih daerah seperti Cibubur, Jati Sampurna, Pondok Gede dan Jati Asih. Namun, daerah travel terbanyak di Jati Asih dan di bagian Bekasi Selatan serta Barat,” ujar Hasbialloh di sela sela kegiatan seleksi calon petugas Haji,  Rabu, 27/4

Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat Kota Bekasi jika ingin mendaftar umroh, jangan melihat murahnya tapi lihat yang masuk akal.

“Kadang murah itu tidak masuk akal dibawah standart rata-rata perlu di teliti kembali. Kemudian, jika masih ragu-ragu terhadap travel, datanglah ke Kemenag Bekasi agar bisa di selidiki itu punya izin atau tidak, terutama bagi harga di bawah rata-rata,” Taambahnya.

Sebelumnya, senada dengan Hasbialloh, seperti dilansir Republika.co.id, Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq mengungkapkan, penipuan terhadap jamaah umrah sering terjadi pada warga negara Indonesia (WNI) yang menjalankan ibadah umrah dengan menggunakan travel bodong. Beberapa penipuan tersebut, kata Maman, terjadi karena ada iming-iming harga paket umrah jauh dari standar lazim perjalanan umrah, dengan hanya membayar sekitar Rp 10 juta atau Rp 15 juta.

“Namun, kenyataannya setelah berangkat, ternyata tiketnya hanya satu perjalanan,” ungkap anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq.

Jeddah, tapi hanya tiket keberangkatan dan tidak ada tiket kembali. Dengan begitu, mereka harus membayar uang tambahan untuk dapat pulang ke Indonesia. Ada juga yang datang ke Makkah, tapi tidak terdapat hotel.

“Akhirnya, mereka terlunta-lunta dan ditolong oleh kita (WNI), kemudian diadukan ke perwakilan kita di sana,” kata dia.

Kontributor: Evi Agustin


Dibaca: 81 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter