Kakemenag Kota Bandung: Mari Kita Sukseskan Program Maghrib Mengaji

Kakemenag Kota Bandung: Mari Kita Sukseskan Program Maghrib Mengaji

Jl. Aceh (INMAS kota Bandung) Kakemenag Kota Bandung, Dr. H. Yusuf, M.Pd memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program Gerakan Maghrib Mengaji yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung bersama dengan Kementerian Agama.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan launching Gerakan Maghrib Mengaji oleh Walikota Bandung di Masjid Besar Al-Ukhuwah, Jum’at (29/4).

“Saya dan seluruh warga Kementerian Agama Kota Bandung sangat mendukung program gerakan maghrib mengaji ini, karena program tersebut selaras dengan visi dan misi Kementerian Agama”. Tuturnya.

“Kemudian perlu saya sampaikan juga bahwa sebenarnya gerakan maghrib mengaji ini sudah dilaksanakan oleh Kementerian Agama, melalui Seksi PD Pontren dan Penyuluh Agama Islam dengan lembaga DTA dan Majelis Taklim telah menjalankan gerakan maghrib mengaji tersebut.” Tuturnya lagi. 

Menurut Kakemenag gerakan masyarakat maghrib mengaji adalah gerakan untuk membudayakan kegiatan membaca Al-Qur’an setelah melaksanakan shalat Maghrib di kalangan masyarakat baik diperkotaan maupuni pedesaan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya mengaji saat maghrib.

Kegiatan mengaji setelah shalat maghrib ini sebenarnya sudah mengakar sangat lama di Indonesia, bahkan kenangan masa kecil kita pasti mengantarkan suasana setelah maghrib adalah waktu khusus yang penuh barokah untuk belajar dan mengaji. Namun sayang kegiatan tersebut semakin lama semakin hilang dan ditinggalkan oleh masyarakat terutama anak-anak dan para remaja seiring dengan perkembangan zaman modern saat ini.

Menyikapi hal ini, lanjut Kakemenag tepatnya pada tanggal 30 Maret 2011 Bapak Menteri Agama Bapak Suryadharma Ali mencetuskan kembali kegiatan ini melalui program pemerintah Gerakan Masyarakat Maghrib Mengajim dimana program ini dimaksudkan untuk membiasakan kembali mengaji kitab suci Al-Qur’an sesudah sholat maghrib, yang akhir akhir ini kebiasaan tersebut sudah terkikis oleh kemajuan informasi dan teknologi.

Dengan Gerakan Maghrib Mengaji ini, lanjut Kakemenag diharapkan dapat menangkal pengaruh negatif yang ditayangkan oleh lima ‘layar’. Kelima layar itu adalah layar televisi, layar telepon seluler (ponsel), layar internet, komik, dan majalah.

“Biasanya anak-anak dan orang dewasa masih suka menonton televisi pada waktu maghrib, sehingga kebiasaan mengaji setelah shalat maghrib itu seringkali dikalahkan oleh televisi salah satu dari lima layar tadi. Hal ini tentu sangat merugikan bagi generasi muda yang mengalami dekadensi moral sehingga menimbulkan kemerosotan akhlak, kasus kenakalan remaja dan sikap pragmatis serta mencuci otak remaja sehingga lupa akan jati dirinya sebagai bangsa yang beradab.” Ucapnya.  

“Kebiasaan maghrib mengaji bisa dijadikan sarana transfer ilmu ataupun komunikasi antara orang tua dengan anak sehingga terjalin keakraban di dalam keluarga karena kegiatan mengaji maghrib banyak membawa dampak yang sangat positif bagi pembinaan akhlak masyarakat khususnya anak-anak dan para remaja.” Ucapnya lagi. 

Untuk itu, lanjut Kakemenag dengan program gerakan maghrib mengaji yang langsung digagas dan dilaunching oleh Walikota Bandung, Dr. H. Ridwan Kamil tentunya akan semakin menguatkan gerakan maghrib mengaji di kota Bandung.

Kemudian Kakemenag meminta kepada para Penyuluh Agama Islam yang ada diseluruh kecamatan untuk mensukseskan program tersebut. Dikatakan oleh Kakemenag, bahwa Kemeterian Agama Kantor Kota Bandung akan senantiasa bergandengan tangan dengan Pemerintah Kota Bandung dan mendukung program-program pembangunan agama dalam rangka mewujudkan masyarakat kota Bandung yang religius.   

Kontributor : Agus Saparudin


Dibaca: 533 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter