Kakanwil Targetkan Zero Complain dalam Seleksi CPNS

Kakanwil Targetkan Zero Complain dalam Seleksi CPNS

Soreang (Humas Bidang Tata Usaha)  

Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) berisiko tinggi. Sebab itu mitigasinya harus dilaksanakan sejak dini. Karena jika salah melangkah, akan banyak pihak mengajukan komplain. Pelayanan yang baik sesuai aturan, harus dilakukan yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. 

"Kita harus persiapkan betul dengan baik, sehingga zero complain, tidak ada komplein. Kita harus berupaya meminimalkan terjadinya complain dari A sampai Z," kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Dr. H. Adib, M. Ag., dalam Rakor Persiapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS tahun 2021, Rabu (22/9) di Hotel Sutan Raja Soreang Kab. Kota Bandung.

Rakor dilaksanakan dengan melibatkan tiga satuan kerja yaitu Kanwil Kemenag Jabar, UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Bertindak sebagai moderator, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Jabar, Drs. H. Ajam Mustajam, M. Si. Hadir Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UINS SGD, Dr. Kartimi , M.Pd., dan Organisasi Koordinator, Kepegawaian, dan Hukum UIN SGD, Deni Supiadi, S.Ag., MM.

Adib menjelaskan, pada pertemuan tersebut banyak hal yang akan disepakati. Kegiatan serupa secara serentak akan dilaksanakan di Jabar dan perlu koordinasi yang intensif. Karena kegiatan ini sudah pernah berjalan tahun lalu. "Saya kira tidak akan banyak kesulitan, yang terpenting masing-masing dari kita sebagai penanggung jawab, dapat melaksanakan kegiatan ini secara sinergis," katanya.

Output dari kegiatan ini, ujarnya, adalah kesiapan Jabar untuk melaksanakan SKD yang akan berlangsung tanggal 11-15 Oktober 2021. Persiapannya harus matang, baik dari sisi pelaksanaan, tempat, sarana dan prasarananya. Selain itu banyak hal sudah dibicarakan, termasuk masalah anggaran. 

Ketiga satker ini perlu sinergis, karena  seleksi CPNS ini sangat penting dan harus  laksanakan. Bahkan  kegiatan kegiatan lain harus mengalah dan direvisi demi penyelenggaraan seleksi CPNS.

"Kegiatan seperti ini kadang di luar perkiraan. Jika jumlah pesertanya banyak, tentu memerlukan alokasi anggaran yang lebih banyak dan besar. Di sinilah harus ada fleksibilitas penganggaran. Harus ada anggaran yang kita ambil untuk kegiatan ini," tuturnya.

Agenda rakor meliputi penyamaan pemahaman bahwa pelaksana ujian adalah Kemenag. Selan itu, peserta ujian  berbasis domisili bukan berbasis satker sesuai surat Setjen Kemenag. Satker di Jabar  harus saling berkoordinasi  dan bekerja sama. Teknis pembiayaan  dilakukan secara bersama oleh tiga satker.

Kontributor  : Eva Nurwidiawati 

Foto : Asep Nadja

Editor : Tri Budiono


Dibaca: 98 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter